Langsung ke konten utama

Postingan

#kegiatan anak: Belajar Menjahit

Pagi-pagi, rumah udah lumayan bersih. Lumayan lho ya...lumayan bisa buat jalan tanpa nginjek sesuatu:D "Kalau udah bersih begitu, tugas kamu ngapain nak?" "berantakin..." "Iya...betullll..." #trus emaknya ngumpetin mainan Jadi hari ini, pagi-pagi judulnya berantakin rumah. Rasanya ada sesuatu yang kurang gitu ya, kalau pagi-pagi rumah sudah bersih. Hahaha. Berasa ditinggal mudik sama penghuninya. Kebetulan Shabira masuk siang. Trus pagi-pagi udah bangun kayak biasanya. Rencananya mau bikin gambar apa gitu, sambil melanjutkan dongeng semalam yang tertunda karena ngantuk. Tapi trus lihat ada kardus nganggur, jadilah kami memutuskan untuk menjahit saja. Selama ini, Shabira selalu takut kalau dibilang mau diajarin menjahit. Padahal kan, menjahitnya nggak pakai jarum dedekkkk... Tadi juga dia sempet menolak. Tapi setelah kubilang kalau nggak ada jarum, akhirnya dia mau. Kalau menurut bacaan-bacaan yang saya baca di internet, belajar menjahit in...

Ke Tukang Sayur nggak Bikin Pinter

Sudah beberapa hari ini Shabira selalu cari perhatian. Kadang nggak jelas maunya apa. Diturutin marah, nggak diturutin makin ngamuk aja. Apalagi kalau mau berangkat sekolah. Sudah gegap gempita saja rumah rasanya. Mau teriak nggak enak, teriak bocahnya makin nyebelin. Dan hari ini, saya sengaja nggak bangunin buat sekolah. Karena semalam tidurnya malam, dan kayaknya dia uring-uringan terus. Jadi saya pikir, biarkan saja dia istirahat di rumah dulu. Siapa tahu setelah istirahat moodnya jadi membaik. Tapiiii.... Setelah bangun siang dia ngambek pengen sekolah. Padahal biasanya dia ogah-ogahan kalau disuruh sekolah. "Aku mau sekolah bunnn...." Dianya merajuk. "Tapi ini udah siang, setengah jam lagi sekolah bubar" Kataku. "Tapi aku mau sekolah..." Katanya sambil ancang-ancang mau nangis. "Ke tukang sayur aja yuk..." Bujukku. Karena takut nggak keburu. Sebentar lagi sekolah bubar, padahal dia masih harus mandi, sarapan, de es bre. Belum...

Karena Allah Pasti Sudah Lihat

Kemarin kakaknya nyodorin kertas nilai ujian matematika. "Hah? Kok cuma 81? Kataku. "Ini mah masih beruntung bun, yang lainnya banyak yang remidial." "Oh, gitu. Ya udah deh, alhamdulillah nggak remidial." Lalu dia mulai bercerita. "Tau nggak bun, temenku tadi ada yang salah-salahnya ini dibenerin lho." "Dibenerin gimana?" "Ya dibenerin. Yang salah-salah itu dihapus diganti bener. Trus dia marah-marah sama bu guru. Katanya, gimana sih bu, kok bener disalah-salahin." "Trus?" "Trus sama bu guru dibenerin deh. Bu guru minta maaf." "Lha berarti nilainya jadi nambah dong??" Kataku sedikit emosi. "Nambah banyak banget! Ada 13 soal yang dibenerin. Tadinya nilai 63 sekarang jadi 85. Lebih tinggi daripada aku." "Trus kamu nggak protes ke bu guru?" "Hmm..." Bocahnya mikir sebentar,"enggaklah..." "Kenapa??" Tanyaku mulai penasaran bange...

#jalanjalan : Camping Keluarga di Wisata Alam Capolaga (day 2)

Nerusin cerita yang kemarin ya. Yang belum baca silahkan mampir ke link di bawah dulu biar nggak kepotong ceritanya. Karena sengaja saya bikin dua postingan. Saya kan orangnya penyayang. Jadi sayang banget kalo fotonya yang masuk blog cuma segelintir:D. Kalau dimasukkan ke dalam satu postingan, berat bingiiit...Maklum, pengalaman pribadi fakir paketan data. Baca ini dulu ya  Camping keluarga ke wisata alam Capolaga Berhubung keadaan sekitar masih gelap, setelah subuh suami langsung tidur nggak bisa diganggu gugat lagi. Setelah subuh berlalu, ternyata suasana perkemahan malah sepi. Penghuni tenda lain yang sebelumnya nyanyi sambil gitaran pun tidak terdengar suaranya. Mereka mungkin udah enggan di luar karena udah ngantuk. Mau keluar berburu embun pagi juga belum kelihatan. Dan sayapun akhirnya mengikuti jejak mereka untuk  ketiduran tidur. Bangun-bangun, di luar udah ramai pada main bola dekat tenda. Karena camp area 2 itu emang paling luas dan datar dibandingkan camp ...

#jalanjalan :Camping Keluarga di Wisata Alam Capolaga (Day 1)

Waktu liburan sekolah kemarin, anak-anak ribut terus minta jalan-jalan. Secara, selama tiga minggu liburan, ayahnya tiap hari pulang malam terus. Pulang ke rumah antara ada dan tiada. Raganya dimana, nyawanya di mana. Saya sampai khawatir itu komputer di kerjaan jebol ngitung lemburannya hahaha... Curug sawer Makanya dari itu, hari sabtu tanggal 30 Desember kemarin saya culik dia untuk ninggalin kerjaan sementara. Pokoknya harus liburan. Kalau sampai masih masuk kerja, ntar kami susulin ke kerjaan sambil bawa rantang sama kasur. Hiks. Dan benar saja, meskipun agak maksa banget buat pergi-pergi, karena biasanya pas akhir tahun itu kami nggak pernah jalan-jalan, akhirnya kami bisa nyetatus otw. Yuhuuu...(padahal, sampai seharian jalan nggak inget nyetatus juga) Rencana awalnya cuma mau ke hotel mana gitu, trus tiduran di hotel, duduk-duduk nyantai kayak di pantai sambil jajan makanan. Tapi kok dipikir-pikir sangat mainstream sekali  ya. Nggak ada hal yang menantang gitu. ...

Nyasar ke Group Para Penulis

Sebenernya, saya itu nulis ini pengen pamer. Hahaha....awalannya udah nggak asik, biarin.... yang penting tulisannya bisa kelar sampai selesai. Nggak mandek di draft dan bikin jerawatan. Jadi ceritanya, beberapa bulan yang lalu, saya salah ndudul link. Karena sinyal hp sedang tidak mau diajak kompromi, jadi layar hp itu entah kenapa tidak bisa bergerak sama sekali. Mandek aja di situ. Saya coba pencet-pencet nggak bisa. Digeser sana sini tetep layarnya nggak beergerak sama sekali. Lalu beberapa saat kemudian, hpnya kembali normal. Tapi usut punya usut, ternyata saya udah masuk ke salah satu group whatsapp yang anggotanya bejibun. Agak kaget, kok bisa ya? Dipikir-pikir dan nyoba bayangin reka ulangnya, mungkin sayanya salah ndudul link. Link itu digunakan untuk masuk ke salah satu group wa dan pas saya nyoba mencet-mencet hpnya mungkin link itu kepencet gitu. Anggap aja begitu. Daripada saya mbayangin ada tangan lain yang mencetin hp saya. Secara saya lagi sendirian. Hiks Maka, m...

Tentang Suara

Waktu saya umur 2 tahun, menurut Emak dan juga Simbah-simbah, saya masih belum bisa berbicara. Diem aja. Nggak ada suara, nggak ada omongan. Sampai-sampai, tiap hari ditabokin pake daun sirih biar cepet ngomong. Katanya, kalo momong di sambil ngerjain pekerjaan lain gitu selalu bikin deg-deg an. Lha gimana nggak deg-degan, wong bocah nggak ada suaranya, anteng, sunyi, senyap. Jadinya takut kalau kenapa-kenapa trus nggak kedengeran, makanya emak sering was-was momong disambi. Umur 3 tahunan, saya mulai mengeluarkan bunyi, kata emak. Walaupun kata-kata nya cukup jelas tapi suaranya sangat kecil. Hampir nggak terdengar, jarang-jarang ngomong, trus kalau di suruh teriak selalu nggak mau. Entah kenapa, saya paling benci kalau disuruh teriak. Saya masih ingat betul, waktu itu emak nyuapi saya bakso di depan rumah. Trus saya bilang,” baksonya empuk”. Mendengar omongan saya, emak langsung menyambut dengan mata berbinar, trus bilang begini,”Apa?? bicara lagi yang kenceng, emak nggak d...