Langsung ke konten utama

Postingan

Terlambat

Waktu itu, ngobrol dengan seseorang trus dia cerita kalau orang-orang di sini itu banyak yang nggak peduli sama keterlambatan. Terlambat ke sekolah, terlambat ketemu sama orang itu udah biasa. Janjinya jam berapa, datengnya jam berapa. Lebih parah lagi, kadang bahkan mereka sering sekali membatalkan janji. Dan kadang alasannya itu sepele banget. Mungkin buat mereka penting, tapi dipikir-pikir alasan yang mereka buat itu sepele banget. Kayak misalnya, udah janji mau ikut kumpul tapi pas yang lain udah kumpul tiba-tiba dia batalin janji karena mau beres-beres rumah. Alasannya sepele dan nyebelin. wkwkwk Dan masalah terlambat ini juga sering terjadi di sekolahan. Anak-anak berangkat sekolah seenaknya nggak ada aturan jelas. Ada yang datang di jam kedua pelajaran, ada yang datang telat tiap hari.  Awal-awal sekolah di sini, kaget banget. Karena sekolah kayaknya nggak punya aturan yang ketat. Trus kalau datang terlambat gitu juga nggak ada sanksi. Kupikir karena emang sudah jadi budaya,...

Do It Now

About three days ago, I want to add another Islamic study class for me. But, I feel unsure. I'm very busy. I have a lot to do And then, someone told me.  "Is it time for us to study successfully?" "I think not..." "So, why are you woried? If you do that for Allah, Allah surely help you" I think, what she said is true. Why wait later? Why not resetting the existing time? And then, I remembered. Fumio Sasaki wrote in his book "Hello, Habits". He said, when peoples are busy, they wish. Later, when they have many time, they will do many things. But, when they have plenty of time they forget what they want. So, actually, our main obstacle is not time but "reason" 😁 If you want to start something good, DO IT NOW. Don't procrastinate. Yes...I will do it now. InshaAllah.

Meninggalkan Musim Panas di Mexico

Seminggu yang lalu, saya janjian mau ketemu sama seseorang. Tapi liat di luar rasanya males banget. Karena cuaca begitu panas, terik, dan berdebu. Sejak bulan februari, di sini panas banget. Sampai air aja ngadat karena langka. Konon katanya, di sini emang kadang sulit air kalau pas musim kemarau. Meski tidak tiap tahun terjadi. Dan meskipun di sekolah diadakan perayaan musim semi, bunga juga tumbuh mekar di mana-mana, tapi matahari juga makin tambah terik. Di rumah dulu harus pake jaket berlapis, sekarang tiap hari pake daster compang camping, itu juga masih gerah. Minum es juga hampir tiap hari. Kurang nendang kalau nggak minum dingin. Waktu puasa kemarin apalagi, puanas pol. Tapi kata temen, bulan Juni ini udah mulai meninggalkan musim panas. Jadi kemungkinan besar juga hujan juga mulai turun. Beberapa hari ini emang mendung banget. Kadang gerimis dikit, kadang mendungnya cuma lewat doang. Paling-paling anginnya yang kenceng banget. Dua hari yang lalu kalau nggak salah, anginnya ken...

Jurnal bunda : Jangan Ngiri, Nganan Aja

Guru menulis saya pernah bilang, kalau setiap orang itu punya kelebihan masing-masing, punya potensi, punya keahlian. Allah menciptakan manusia dengan kelebihannya. Di Al Qur'an dijelaskan, tapi aku lupa surat berapa 😁 Makanya kita harus mampu mengenali potensi yang kita miliki itu, dan jadikan keahlian itu sebagai sarana untuk meraih pahala Allah. Lakukan semuanya untuk Allah, jangan lakukan untuk uang atau hanya sekedar untuk pengakuan dari manusia. Yang pinter masak, cari pahala lewat masak.  Sesekali bagi resep masakan, ditiru sama orang untuk membahagiakan orang yang disayangi. Jadi pahala. Yang pinter nulis, cari pahala lewat nulis, dsb. Jika kita sudah paham potensi kita di mana, maka kita nggak mudah ngiri sama orang lain. Ngapain harus ngiri, wong tiap orang punya kelebihan termasuk diri sendiri. Saya nggak ngiri sama ibu-ibu pinter masak atau pinter bikin kue, karena saya sadar potensiku tidak di situ. Lima belas tahun menikah, belum pernah berhasil bikin kue yang nggak ...

#Jurnal Bunda: Pelit Pada Diri Sendiri

Hari minggu, ngobrol sama suami sambil dengerin ceramahnya Ustadz Khalid basalamah. Dalam ceramahnya  tersebut, beliau mengatakan bahwa, Islam tidak melarang untuk berpakaian bagus, tidak melarang berpenampilan menarik. Kita diperbolehlan untuk menikmati dunia ini. Menggunakan pakaian yang bagus dan layak. Ke masjid pakai baju mahal, di rumah pakai mukenah yang bagus. Islam tidak melarang itu semua.  Apalagi jika dipakai untuk tujuan beribadah. Umroh pilihlah hotel yang bagus, pesawat yang nyaman. Karena itu untuk kenyamanan ibadah kita.  Jangan bakhil ( pelit) sama diri sendiri Asal tidak berlebih-lebihan dan bukan uang hasil yang haram maka itu semua diperbolehkan. Dengar kajian itu aku senyum-senyum sendiri. Merasa tersindir? iya mungkin. Hahaha.  Tapi apa yang Ustadz Khalid katakan itu benar. Bahwa Islam tidak melarang kita untuk menikmati dunia tanpa berlebihan. Tapi juga tidak pelit. Nikmati secukupnya. Sesekali beli baju mahal boleh kali, ya. Atau tas mahal se...

Naik Taksi di Mexico

Akhirnya kami naik taksi juga di Mexico. Biasanya ada Uber yang menjemput. Tapi entah kenapa, kali ini justru taksi yang datang ke rumah kami. Di Indonesia kami hampir nggak pernah naik taksi. Naik Ojek online pun jarang.  Awal sampe sini, tiap liat taksi pasti senyum-senyum sendiri. Gimana ya, rasanya naik taksi di sini? Bentuk mobilnya unik. Kotak. Berwarna merah. Sering ngebut di jalanan. Ada taksi warna putih juga. Tapi biasanya jarang terlihat. Berbeda dengan Uber, sebelum saya naik, sopir taksi sigap menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh jok. Jok depan, jok belakang, dashboard, pegangan pintu. Nggak ketinggalan juga masker sang sopir. Kalau naik Uber, kadang malah sopir Uber nya lupa nggak pake masker. Jendela mobil tertutup rapat. Sopir taksinya ngajakin saya ngobrol pake bahasa spanyol, yang mana saya bingung setengah mati menanggapinya. Karena nggak mudeng blas apa yang dia katakan. Kosakatanya asing. Wkwkwk Yang nyantol cuma pertanyaan, "Apakah kamu bicara bahasa I...

#catatanpandemi: Jeda

Sudah dua mingguan ini rasanya luar biasa. Nahan air mata jatuh, kecewa, marah, tapi bingung kenapa. Hampir tiap hari ada berita kematian, saudara sakit, tetangga sakit, semuanya berasa muram. Selama ini, hampir nggak pernah bisa curhat ke orang lain. Cuma sama suami. Itupun sekarang suami udah nggak bisa lagi diajak cerita. Nggak kayak biasanya yang bisa berdua doang di kamar. Bebas cerita apa saja. Sekarang cerita nggak bisa sebebas dulu. Pasti di sebelah ada temennya. Saya seperti nggak punya ruang pribadi. Nggak bisa melepaskan semua sesak di hati. Dalam kondisi seperti saat ini, sungguh rasanya seperti orang gila. Ketemu orang nggak bisa sebebas dulu, mau cerita ke temen pada sakit. Setiap hari, cuma bisa minta belas kasihan dari Allah... "Yaa Allah...di dunia ini rasanya aku cuma sendiri. Kasihani aku...nggak punya siapa-siapa. Siapa lagi yang bisa menolong selain Engkau. Siapa lagi yang mau mendengar kalau bukan Engkau" Kalau udah gitu, langsung mewek. Rasanya bener-be...