Langsung ke konten utama

Postingan

Ibu Rumah Tangga Buat Rekening Baru Itu Ribet, Persiapkan Kelengkapan Ini Agar Tidak Disuruh Pulang Petugas Bank!

Saya sebenernya malas sekali kalau disuruh buat rekening. Dari sejak nikah sampai seakarang udah mau hampir sepuluh tahun, baru sekali bikin rekening. Itupun udah terpaksa banget mau nyoba-nyoba. Karena dulu waktu itu untuk memenuhi persyaratan lomba nulis kalau nggak salah. Trus ujung-ujungnya nggak kepakai juga karena lomba nulisnya nggak menang:D Nah, kemaren saya dengan sangat terpaksa harus bikin rekening lagi. Yang mana, ini juga karena terpaksa sebenernya. Gara-gara udah mulai nggak nyaman pakai Bank tertentu yang notabene lama banget ngurusin saldo berkurang tapi duit nggak keluar, saya akhirnya rela buka rek baru. Maklum, suami udah nggak sempet ngurusin masalah kayak gituan lagi. Jadi mau nggak mau saya yang harus jalan sendiri. Maka jadilah saya meluncur ke Bank Mandiri syariah terdekat. Nggak deket juga sih, tapi lumayanlah gak jauh-jauh banget. Kenapa milih BSM? karena mau nyoba pakai Bank syariah. Biar ngerti bedanya apa sama Bank konvensional. Iseng bang...

Mikir Dulu, Apa Ketawa Dulu?

Suatu hari, sepulang sekolah, di dalam mobil. Sambil benerin jilbabnya yang mencong sana mencong sini, Si kakak bercerita dengan sangat antusias. "Tadi tuh bun, temen aku, ada yang roknya melorot" "Hah!!!?? melorot? Trus auratnya kelihatan dong?" "Nggak sih, kan dia pakai daleman." "Oh, gitu ya...syukurlah kalau begitu. Emang gimana ceritanya? Kok bisa melorot?" Si kakak akhirnya bercerita dari awal mulanya kenapa roknya bisa melorot. Bahwa tadi di sekolahan, temannya itu ngeluh roknya kesempitan. Karena begah dan nggak nyaman di perut, akhirnya temannya itu minta kakak untuk nyopot kancing belakang dan nurunin resleting belakangnya. Diturunin sedikit, masih begah. Diturunin separo, masih nggak nyaman di perut. Sampai akhirnya, atas permintaan temannya itu juga, resleting minta diturunin sampai bawah. Baru kemudian ia merasa tidak begah lagi. Tapi ternyata, nasib naas menimpa temannya itu. Ketika mereka pergi ke kantin, rok nggak a...

Kuis Siap Siap Aku Bisa Turut Membangun Karakter Anak Bangsa

Sekitar semingguan yang lalu, saya dapet kabar dari anakku kalau dia mau diikutsertakan buat acara lomba cerdas cermat. Nggak tau cerdas cermat nya seperti apa dan bagaimana. Yang pasti, acara itu bakal disiarkan oleh salah satu stasiun televisi. Stasiun televisi mana, itu juga masih misteri:p Proses syuting Tapi kemudian, saya dapet informasi dari sekolah, bahwa nama lombanya itu Siap Siap Aku Bisa. Yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Lomba ini ternyata juga bukan lomba pelajaran ngitung-ngitung. Tapi lebih banyak soal tentang ragam budaya indonesia dan tokoh-tokoh nasional. Setelah pemilihan peserta itu, anakku kemudian mendapatkan kisi-kisi soalnya. Saya pikir, kisi-kisinya itu sekolahan yang bikin. Tapi ternyata emang dari tim kuis nya ya buat. Jadi gampang lah ya, udah ada kisi-kisinya. Apalagi, yang maju tiap sekolahan sebanyak 60 anak. Trus dibagi-lagi menjadi 6 kelompok. Jadi ada kelompok yang ngapalin tentang tokoh pahlawan, ada ...

#kegiatan anak: Belajar Menjahit

Pagi-pagi, rumah udah lumayan bersih. Lumayan lho ya...lumayan bisa buat jalan tanpa nginjek sesuatu:D "Kalau udah bersih begitu, tugas kamu ngapain nak?" "berantakin..." "Iya...betullll..." #trus emaknya ngumpetin mainan Jadi hari ini, pagi-pagi judulnya berantakin rumah. Rasanya ada sesuatu yang kurang gitu ya, kalau pagi-pagi rumah sudah bersih. Hahaha. Berasa ditinggal mudik sama penghuninya. Kebetulan Shabira masuk siang. Trus pagi-pagi udah bangun kayak biasanya. Rencananya mau bikin gambar apa gitu, sambil melanjutkan dongeng semalam yang tertunda karena ngantuk. Tapi trus lihat ada kardus nganggur, jadilah kami memutuskan untuk menjahit saja. Selama ini, Shabira selalu takut kalau dibilang mau diajarin menjahit. Padahal kan, menjahitnya nggak pakai jarum dedekkkk... Tadi juga dia sempet menolak. Tapi setelah kubilang kalau nggak ada jarum, akhirnya dia mau. Kalau menurut bacaan-bacaan yang saya baca di internet, belajar menjahit in...

Ke Tukang Sayur nggak Bikin Pinter

Sudah beberapa hari ini Shabira selalu cari perhatian. Kadang nggak jelas maunya apa. Diturutin marah, nggak diturutin makin ngamuk aja. Apalagi kalau mau berangkat sekolah. Sudah gegap gempita saja rumah rasanya. Mau teriak nggak enak, teriak bocahnya makin nyebelin. Dan hari ini, saya sengaja nggak bangunin buat sekolah. Karena semalam tidurnya malam, dan kayaknya dia uring-uringan terus. Jadi saya pikir, biarkan saja dia istirahat di rumah dulu. Siapa tahu setelah istirahat moodnya jadi membaik. Tapiiii.... Setelah bangun siang dia ngambek pengen sekolah. Padahal biasanya dia ogah-ogahan kalau disuruh sekolah. "Aku mau sekolah bunnn...." Dianya merajuk. "Tapi ini udah siang, setengah jam lagi sekolah bubar" Kataku. "Tapi aku mau sekolah..." Katanya sambil ancang-ancang mau nangis. "Ke tukang sayur aja yuk..." Bujukku. Karena takut nggak keburu. Sebentar lagi sekolah bubar, padahal dia masih harus mandi, sarapan, de es bre. Belum...

Karena Allah Pasti Sudah Lihat

Kemarin kakaknya nyodorin kertas nilai ujian matematika. "Hah? Kok cuma 81? Kataku. "Ini mah masih beruntung bun, yang lainnya banyak yang remidial." "Oh, gitu. Ya udah deh, alhamdulillah nggak remidial." Lalu dia mulai bercerita. "Tau nggak bun, temenku tadi ada yang salah-salahnya ini dibenerin lho." "Dibenerin gimana?" "Ya dibenerin. Yang salah-salah itu dihapus diganti bener. Trus dia marah-marah sama bu guru. Katanya, gimana sih bu, kok bener disalah-salahin." "Trus?" "Trus sama bu guru dibenerin deh. Bu guru minta maaf." "Lha berarti nilainya jadi nambah dong??" Kataku sedikit emosi. "Nambah banyak banget! Ada 13 soal yang dibenerin. Tadinya nilai 63 sekarang jadi 85. Lebih tinggi daripada aku." "Trus kamu nggak protes ke bu guru?" "Hmm..." Bocahnya mikir sebentar,"enggaklah..." "Kenapa??" Tanyaku mulai penasaran bange...

#jalanjalan : Camping Keluarga di Wisata Alam Capolaga (day 2)

Nerusin cerita yang kemarin ya. Yang belum baca silahkan mampir ke link di bawah dulu biar nggak kepotong ceritanya. Karena sengaja saya bikin dua postingan. Saya kan orangnya penyayang. Jadi sayang banget kalo fotonya yang masuk blog cuma segelintir:D. Kalau dimasukkan ke dalam satu postingan, berat bingiiit...Maklum, pengalaman pribadi fakir paketan data. Baca ini dulu ya  Camping keluarga ke wisata alam Capolaga Berhubung keadaan sekitar masih gelap, setelah subuh suami langsung tidur nggak bisa diganggu gugat lagi. Setelah subuh berlalu, ternyata suasana perkemahan malah sepi. Penghuni tenda lain yang sebelumnya nyanyi sambil gitaran pun tidak terdengar suaranya. Mereka mungkin udah enggan di luar karena udah ngantuk. Mau keluar berburu embun pagi juga belum kelihatan. Dan sayapun akhirnya mengikuti jejak mereka untuk  ketiduran tidur. Bangun-bangun, di luar udah ramai pada main bola dekat tenda. Karena camp area 2 itu emang paling luas dan datar dibandingkan camp ...