Langsung ke konten utama

Postingan

#mendongeng : Kulwap mendongeng Bareng Kak Nono (1)

Saya suka bercerita. Membaca buku dan menceritakan kembali dongeng-dongeng juga suka. Apalagi kalau yang dibaca itu cerita anak-anak, rasanya seru. Liatin bocah-bocah melongo dengerin saya cerita. Kemarin, kebetulan saya dapat pesan di salah satu group wa tentang group mendongeng. Group mendongeng itu hanya digelar seminggu, di mentori oleh kak Nono. Seorang pendongeng yang sudah wara-wiri ke mana-mana untuk mendongengin anak-anak. Awalnya saya rada ragu, ngeliat daftar anggota groupnya yang bejibun ampun-ampun. Biasanya, kalau anggotanya banyak begitu jadi jiper duluan mau koment. Tapi ternyata, di group "story telling 2" ini ada sebuah aturan yang mengharuskan anggota ngasih jempol kalau udah baca materinya. Jadi sayapun nggak bingung lagi mau koment apa. Tinggal njempol kan?? Ternyataaaaa....di sesi pertamanya lumayan asik lho. Interaksi anggota dan Kak Nono begitu ramai. Kak Nono melempar sebuah pertanyaan, trus anggotanya merespon pertanyaan tersebut.Ntah responny...

#Rumah : Lakukan Hal Ini Agar Beres-Beres Rumah Cepat Selesai

Rumah bersih, rumah impian Pernah merasa bosan beres-beres rumah nggak selesai-selesai? Saya malah pernah merasa jenuh beres-beres, sampai pada tahap menyesal udah jadi ibu rumah tangga. Walaupun trus buru-buru istigfar karena takut kualat sama suami. Gimana nggak bosen coba, hampir tiap hari beres-beres rumah, nyapu, nyuci, ngepel, masak, dan lain-lain tapi kok nggak pernah kelihatan hasilnya. Baru semenit nyuci piring, semenit kemudian piring udah numpuk lagi. baru juga mau naruh gagang pel, lha kok lantai udah blawus lagi trus banyak barang berceceran di lantai. Hampir tiap hari saya nyuci, nyucinya padahal satu mesin cuci penuh lho, tapi kok ya bak cucian itu nggak ada kosongnya. Hayati lelah bang....Zunggguh lelah... Sampai  ada suatu masa, ketika suami berangkat kerja, sayanya langsung mlipir ke kamar buat nangis. Nggak tau harus ngapain karena memang saking capeknya badan udah nggak ketulungan. ditinggal istirahat sehari rumah udah kayak abis dibom pakai panci....

5 Kesalahan Saat Berkunjung ke Monas

Sudah pernah berkunjung ke Monas? Hayooo...siapa yang belum pernah datang ke sana? Bagi warga Jakarta, kawasan monas mungkin sudah nggak asing lagi ya...Udah wara-wiri ngeliat, atau bahkan setiap minggu ke sana. Bagi para pendatang, rasanya nggak sah kalo pergi ke Jakarta nggak dateng ke Monas. Foto dengan latar belakang Monas, menjadi bukti bahwa kita pernah menginjak kota Jakarta. Yang ngaku-ngaku udah dateng ke Jakarta, tapi nggak bisa nunjukin foto berlatar belakang Monas, bilangin aja itu hoax hahaha.. Saya sendiri, meskipun rumah kami cuma sekitar satu jam an dari Monas (Beneran cyiiin satu jam an??), tapi kami sendiri jarang pergi ke sana. Mungkin karena dekat itu ya, jadi berpikir rada panjang kalau mau jalan-jalan ke Monas. Bukan berarti belum pernah, cuma emang jarang jalan ke sana. Meskipun banyak orang yang bilang, bahwa Monas itu tempat nongkrong bareng keluarga yang asik dan murah meriah. Tapi ya, kalau niatnya nggak bulat cuma tinggal rencana. Kemarin, kami ...

Mendadak Kaya, Apa yang Harus Dilakukan?

Saya pernah terjebak pada situasi di mana hidup serasa mencekam setiap harinya. Empot-empotan ngatur keuangan agar cukup sampai akhir bulan. Pengen makan ini harus ditahan. Pengen beli itu harus dilupakan. Mau beli baju sampai semua bulukan juga nggak sanggup. Bahkan, sampai mau beli sandal buat anak yang udah buluk banget aja nggak mampu. Sampai-sampai, bayar uang berobat pun harus ngutang-ngutang ke temen dulu. Pokoknya serba miris dan bikin mringis pake banget deh...Tak 'kan pernah ku lupakan. Tapi kemudian, setelah melewati masa-masa mencekam dan penuh ketar-ketir itu, tetiba seorang yang dulu pernah pake uang suami nelpon. Bahwasannya, dia mau ngasih semua uang yang pernah dipakainya langsung secara cash. Mau dilunasin semua (tunggu, aku tak mencoba terbang ke masa lalu dulu, biar emosinya dapet :D:D) Gimana nggak hebring???? Uang yang udah hampir kami lupakan, uang yang kami tagih dengan tangis darah dan air mata tiba-tiba mau dilunasin cash? Ya Allah...bahagianya ...

Menabung Biaya Pernikahan Anak Perempuan

Setelah membaca tulisan mbak Ade anita di blognya tentang keinginannya menabung untuk biaya pernikahan putrinya, saya jadi termenung agak lama. Menikah, biaya, dan anak perempuan. Satu fase yang mungkin nanti setiap orang tua akan lalui. Tidak hanya anak perempuan, anak laki-laki pun sama. Kalau sudah ngomongin masalah menikah, pasti juga ngomongin biaya. Nggak usah muluk-muluk mikirin pesta, ke KUA aja harus bayar. Ye kan? Saya jadi ingat peristiwa sepuluh tahun yang lalu. Peristiwa sejarah yang tidak mungkin terlupakan sepanjang hidup ini. Uhuk. Duduk dilihatin orang banyak. Seumur-umur kayaknya baru itu saya jadi pusat perhatian beratus-ratus orang. Menikah. Kala itu, umur saya masih muda belia (nggak usah sebutin umur, bikin baper:D). Saya baru lulus kuliah, belum dapet kerjaan tetap. Gaji guru WB saat itu cuma 120 ribu per bulan. Ngenes ya?!? Kalau dihitung-hitung, buat beli sabun sama pulsa aja nggak cukup. Untungnya dulu belum ada internet, yang harus beli paketan data...

Tentang Mangga dan Sebuah Pilihan

Setelah sekian lama merindukan pepaya merah nan kriuk kriuk dari tukang buah, akhirnya hari ini saya pergi ke tukang buah langganan. Sampai di sana, pepaya yang diidam-idamkan pun nangring dengan cantiknya. Bersanding dengan buah mangga yang besar dan bau nya begitu menggoda. Shabira yang kala itu pulang sekolah dan langsung ikut, menyenggol lengan saya, "Bun, beli mangga dong..." bisiknya. Saya bingung. Antara mau beli mangga atau pepaya. Niat awal kan pengen beli pepaya, nggak mau beli mangga. Lagipula, kalo lagi nggak musim, mangga harganya bisa melejit naik tiga kali lipat kayak harga garam#eh. Pas musim aja harganya udah mahal, apalagi kalau nggak musim. Singkat cerita, karena godaan iman dari mangga yang ranum-ranum itu, akhirnya saya pun jadi pengen membelinya. Tapi sebelum ngomong beli ke mas-mas tukang buah, saya suruh shabira buat milih antara beli mangga atau pisang. Karena selain suka buah mangga, shabira juga suka buah pisang.  Kalau dia mau pisang kan, ...

Bencilah...secukupnya saja!

Dua kucing di rumah. Namanya cimol dan pusa. Cimol, si kucing hitam putih yang selalu jual mahal. Nggak mau dipegang lama-lama dan cenderung menghindar. Tapi justru disitulah letak kegemesannya. Kelemahannya satu, kalau berantem selalu berdarah-berdarah. Cemen. Pusa, si kuning bermata lucu. Pusa ini riwayat hidupnya mengenaskan. Sedah tiga kali hampir mati tapi tidak jadi. Dia mudah terserang sakit. Karena sakithya itu, kini dia jadi susah menelan. Dia nggak bisa makan tulang, duri, bahkan nasi keras pun dia huek huek... Kedua kucing itu, kini harus dibuang dari rumah. Karena tetangga banyak yang protes. Kotorannya membuat polusi, cakarannya bikin mobil jadi baret-baret. Kalau sudah gitu, nggak ada pilihan lain selain nurut. Tapi si kakak sepertinya tidak setuju kucingnya bakal dibuang. Waktu saya bujukin dia buat buang kucing itu, dia bilang begini, "aku mau berdoa, biar orang-orang suka sama kucing. Biar gak ada yang ngusir kucing lagi" Mendengar itu, saya langsu...