Langsung ke konten utama

#mendongeng : Kulwap mendongeng Bareng Kak Nono (1)


Saya suka bercerita. Membaca buku dan menceritakan kembali dongeng-dongeng juga suka. Apalagi kalau yang dibaca itu cerita anak-anak, rasanya seru. Liatin bocah-bocah melongo dengerin saya cerita.

Kemarin, kebetulan saya dapat pesan di salah satu group wa tentang group mendongeng. Group mendongeng itu hanya digelar seminggu, di mentori oleh kak Nono. Seorang pendongeng yang sudah wara-wiri ke mana-mana untuk mendongengin anak-anak.

Awalnya saya rada ragu, ngeliat daftar anggota groupnya yang bejibun ampun-ampun. Biasanya, kalau anggotanya banyak begitu jadi jiper duluan mau koment. Tapi ternyata, di group "story telling 2" ini ada sebuah aturan yang mengharuskan anggota ngasih jempol kalau udah baca materinya. Jadi sayapun nggak bingung lagi mau koment apa. Tinggal njempol kan??

Ternyataaaaa....di sesi pertamanya lumayan asik lho. Interaksi anggota dan Kak Nono begitu ramai. Kak Nono melempar sebuah pertanyaan, trus anggotanya merespon pertanyaan tersebut.Ntah responnya cuma njempol atau balik nanya kalau nggak mudeng. Pokoknya, nunggu respon dulu baru lanjutin ngasih materi. Bertahap gitu, ngasih materinya. Jadi nggak ngoceh duluan selama sejam trus abis itu baru disuruh nanya. Kalau caranya kayak gitu, biasanya saya udah keburu tidur. Hahahah.

Sesi pertama dibuka dengan sebuah pertanyaan, tentang perbedaan mendongeng dan bercerita. Banyak yang urun pendapat, banyak yang njempol, saya termasuk yang...... nggak komentar. hahahah. Biarin...saya kan emang pemalu. Pemalu sama sok pura-pura nggak bisa jawab emang beda tipis:D

Kak Nono lalu menjelaskan tentang perbedaan mendongeng dan bercerita itu.

Screenshootnya di bawah ya...



Jadi menurut pemahaman dari Kak Nono, bahwa dongeng itu metode penyampaian dalam bercerita. Biar gampang memahaminya. Dongeng adalah metode yang sangat disukai anak-anak. Itu betul sekali. Menurut pengalaman pribadi, menyampaikan suatu pesan dengan cara mendongeng lebih lancar jaya ketimbang kita ngomong nasehatin anak macem-macem. Apalagi kalo ngomongnya sambil melotot sama bawa sapu ijuk, itu lebih tidak diterima lagi. Kalaupun diterima paling cuma masuk kuping kanan trus keluar kuping kiri anak-anak. Nggak ada yang nyangkut. Malah berpotensi bikin anak malas mendengarkan nasehat.

Sebagian besar orang tua, pasti sudah pada tau kan, dongeng, mendongeng itu kayak apa?

Cerita dalam dongeng biasanya nggak jauh-jauh sama cerita putri-putrian, raja, kancil, dan tokoh-tokoh kartun superhero. Trus awal pembuka cerita pasti ngomongnya, pada zaman dahuluuuuu, pada suatu hariiiii....disebuah kerajaaan....

Nah, Kak Nono ini mengajak orang tua untuk membuat cerita dongeng yang isinya tidak melulu tokoh fiktif yang saya sebutkan di atas, tapi the real superhero. Siapakah dia???

Nabi Muhammad SAW

Emang bisa?

Bisaaaaaa.....Misalnya, Nabi Muhammad bisa terbang ke langit hanya dalam waktu semalam lho...dalam kisah isra mi'raj. Atau...nabi Muhammad itu manusia teladan, baik hati karena suka menolong siapa saja yang membutuhkan. Sebisa mungkin, anak digiring untuk menjadikan Nabi Muhammad itu sebagai idolanya. Atau...bisa juga bercerita tentang Nabi Musa yang bisa membelah lautan, tongkatnya jadi ular. Hebat kan?

Nah, sebelum mendongeng kadang orang tua bingung. Gimana cara bikin dongengnya ya?

Nih...Kak Nono bagi-bagi tipnya.









Jadi sebelum membuat cerita, kita dianjurkan untuk membuat kerangka karangannya dulu seperti di atas. Ada pembuka, ada konflik, ada akhir cerita yang merupakan solusi. Sebab - Akibat - Solusi.

Cerita yang dibuat pun, juga tidak boleh ngasal. Harus ada bahan yang berkualitas. Seperti kata Kak Nono di bawah ini.




Jadi kalo bikin cerita untuk mendongeng sebaiknya jangan ngasal aja. Harus ada "Moral of Story" nya. Kak Nono juga bilang, dalam membuat cerita untuk mendongeng, sebaiknya hindari cerita yang horor, perang-perangan, bunuh-bunuhan, pukul-pukulan, dan adegan kekerasan lainnya. Kancil mencuri mentimun, misalnya. Bisa kita ganti jadi kancil sedekah mentimun.

Begituuuu....

Nah...itu cara membuat cerita untuk bahan mendongeng. Lanjutnya nanti disambung lagi ke day 2 ya...Tunggu aja, dan doakan mudah-mudahan yang nulis nggak malas:D



Follow Instagramnya Kak Nono ya
@pendongeng.dakwah_kaknono


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip Sukabumi #Museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan

Kemarin, saat kami berkunjung ke Sukabumi mengikuti kaki melnagkah dan nggak tau mau melangkah ke mana lagi, akhirnya ada informasi katanya di Parung kuda ada sebuah museum. Museumnya bernama museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan. Dari luar, kami sama sekali nggak mengira kalau di dalam sebuah area yang ada patung gedenya itu ada museum tersembunyi. Saat kami mau masuk pun, bingung mau masuk lewat mana. Ada beberapa anak berseragam sekolah yang mlipir mlipir di dekat pagar. Ketika kami dekati, ternyata itu bukan  jalan masuk utama. Hanya jalan kecil buat lewat satu oarang yang suempit banget. Setelah muterin wilayah berpagar itu, kami akhirnya bertemu dengan seorang bapak dan ditunjukinlah ke mana kami harus masuk. Mendekati pintu gerbang utama, banyak anak sekolah yang lagi nongkrong. Eh, ngomong-ngomong pintu gerbang...pintu gerbang masuknya ternyata udah nggak layak banget. Seperti mau roboh dan susah dibuka #ngenes Saat kami masuk nggak ada satupun yang menyambut ...

Menghitung

Beberapa hari ini jadwal magrib di Mexico berubah. Yang tadinya jam tujuh lebih, hampir setengah delapan, sekarang jadi jam tujuh kurang. Perubahan waktu yang lumayan itu adalah sesuatu yang sesuatu banget. Sudah mulai beradaptasi dengan jadwal sebelumnya, eh, jadwalnya berubah lagi. Beberapa hari ini, tiap adzan magrib datang aku masih dalam kondisi di tengah goreng ikan, masak sambel, rebus sayur. Trus sering mengutuk diri sendiri. Seharian udah pontang panting nggak istirahat, giliran magrib datang belum selesai juga. Akhirnya mood-ku jadi buruk, trus senggol bacok. Kesenggol dikit pengen ngebacok orang. Hahaha Beberapa hari ini, aku emang sengaja ngurangin nyimak kajian buat beres-beres rumah. Ku pikir, setelah rumahnnya bersih, besok besok aku jadi lebih ringan buat beresinnya. Ternyata dugaanku salah. Seharian beresin rumah, besoknya tetep aja rumah berantakan. Apalagi cucian piring yang berasa beranak pinak nggak pernah ada habisnya. Magrib -magrib masih masak nggak selesai juga...

Tips Agar Kursus Online Bisa Efektif Ala Bunda Sha

Foto: www.pexel.com Akhir-akhirini, di media sosial banyak sekali kursus online. Kursus memasak, kursus menulis, kursus buat ini itu. Banyak sekali. Kursus-kursus itu juga dibanderol dengan harga yang cukup menggiurkan. Terjangkau banget untuk emak-emak seperti saya yang males keluar ikut kursus di luaran sana. Salah satu hal yang paling saya sukai ikut kursus online itu, nggak harus pergi-pergi, nggak harus macet-macetan, nggak harus ngatur gimana waktunya antara anak dan keluarga. Cukup duduk di rumah saja dapet ilmunya. Meskipun begitu, saya tetep harus memperhitungkan banyak hal dong ya, biar kursusnya tetep jadi ilmu yang bermanfaat nggak asal nyomot kursus. Dua bulanan ini, saya lagi ngebut ikut kursus. Selain karena butuh, juga karena harganya yang lagi murah meriah. Nah, sebelum memutuskan ikut kursus, biasanya saya mempertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini: Kursus online yang sesuai passion Namanya juga emak-emak haus ilmu, kadang denger ada obralan kursus ya...