Langsung ke konten utama

Postingan

Bertindak Nyata

Suatu hari, saat saya nongkrong di luar sambil memarkir mobil, seorang mas-mas datang menghampiri tukang ketoprak keliling. "Mas, ngaji yuk!" ajak mas-mas itu. "Ah, nggak bisa, Mas. Mas kan tau sendiri saya keliling jualan." "Sebentar saja. Tidak usah  banyak-banyak," Bujuknya. "Tapi saya tidak punya Al qur'an mas." Penjual ketoprak mencoba beralasan lagi. "Tenang, Mas. Nanti saya kasih Al qur'an nya. Mas mau yang mana? Yang besar atau yang kecil?" Tanyanya lagi. "Saya nggak bisa yang hurufnya kecil-kecil," Kata tukang ketoprak. "Oke, mas. Besok saya bawakan Al qur'an yang gede sekalian terjemahannya," Mas-mas penjual ketoprak keliling itu menelan ludah, tidak bisa beralasan lagi. "Tapi bener ya, Mas. Cuma sebentar saja," Kata Penjual ketoprak penuh harap. "Tenang, Mas.  Satu ayat saja. Nanti saat mas nya keliling, dibaca berulang-ulang ya, biar hafal sekalian."Pen...

Dua Porsi Kikil Istimewa

Beli seporsi kikil. Berapa? Seorang lelaki menjawabnya dengan ragu. Seporsi kikil tidak cukup memuaskan hasratnya. Sedangkan dua, itu terlalu kejam. Karena uang belanja bulanan sedang dalam masa penyusutan. Seporsi kikil dengan kuah khas masakan padang. Berkuah kental dan beraroma tajam karena bumbunya. "Dua porsi ya?" Tawarnya sambil tersenyum Dua porsi kikil istimewa. Dibeli dengan kasih sayang yang begitu mendalam. Dua porsi kikil itu akhirnya bisa pulang. Tidak ada kemarahan. Hanya senyum yang terlintas mengiringinya. Lalu...kami menikamtinya. Sampai sebuah berita itu mampir di telinga. Telinga kami tiba-tiba panas. Wajahnya tertunduk lesu. Sebuah kakek  terdampar di pinggir jalanan. Anaknya entah di mana. Ia hanya minta belas kasihan dari orang- orang yang melintasinya. Tidur dipinggiran jalan dengan atap terpal yang tidak kokoh. Tak ada bantal empuk, atau kasur dengan wangi bunga. Tak ada anak cucu, begitupun anak menantu. Sepi...sendiri...hidup teras...

Aku Ingin Membuat Pelangi

"Aku ingin membuat pelangi!" Serunya dengan gembira Pelangi? Dahi ibu berkerut. Ingat lagu masa kecilnya. Pelangi...pelangi...ciptaan Tuhan Bagaimana bisa? "Gampang kok, hanya butuh piring, air, dan permen warna warni" Lalu? Lalu..., ia pergi ke swalayan terdekat. Membeli dua bungkus permen warna warni yang menurut ibunya harganya cukup mahal. Tapi demi mengobati rasa penasaran anaknya, sang ibu rela mengulurkan uang. Sampai rumah, ia menyiapkan piring polos. Menata permen melingkar di atas piring. Lalu...memberinya air. Kemudian...jadilah sebuah pelangi. Bukan pelangi sungguhan. Karena pelangi yang sesungguhnya, hanya Allah yang memiliki alam semesta ini lah yang mampu membuatnya. Kemudian ia lupa. "Memang pelangi itu ada warna coklatnya, ya?" Karna waktu akan terus bergulir cepat. Dan masa itu tidak akan pernah kembali. Jejak ingatan pun akan terus memudar. Seperti permen warna warni.

Akhirnya, Kursus Menulis Selesai.

Akhirnya..., kursus menulis selesai. Antara lega dan sedih. Lega, karena akhirnya saya bisa menuntaskan tanggung jawab sebagai murid dalam kursus menulis. Sedih, karena akhirnya saya sendiri lagi. Tidak ada yang ngingetin PR, tidak ada yang bilang, "Ayo, kamu pasti bisa." Selama delapan minggu, saya berkutat dengan ide dan PR PR. Dari bangun tidur sampai bangun tidur lagi, yang dipikin hanya ide dan ide#lebay. Karena memang kursus menulis ini bukan hanya teori tapi juga langsung praktek. Jadi, selama pertemuan pun selalu menulis. Waktu masih fleksible. Kadang kalau ada acara ngaji, ya ngaji. Kalau ada arisan, atau kegiatan lain saya juga minta ijin. Begitu juga dengan Ibu Guru. Ibu Guru saya adalah seorang ibu rumah tangga yang super hebat. Kegiatan menulisnya seabrek-abrek, tapi masih sempat mengajar diriku yang begitu dudul ini. Hal tersulit yang saya  alami selama kursus adalah, ketika saya diminta untuk menuliskan tentang sesuatu yang dibenci. Saya bukan terma...

Rahasia Batu-Batu Kecil

Buku ini dipinjam anakku di perpustakaan sekolahnya. Buku terbitan tahun 2000.  Bukunya tipis banget. Makanya, saya pun jadi tertarik untuk ngintip-ngintip isinya. Rahasia Batu-Batu kecil Bercerita tentang ibu guru Zahra, yang sedang menyampaikan Qs. Al-Lukman ayat 31. Yang isinya: Kami peerintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada dua orang tua ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Berterima kasihlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu-bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu kembali. Dari ayat yang dijelaskan bu Zahra tersebut, seorang siswanya bertanya, “Emang benar ya, waktu ibu mengandung itu semakin hari semakin lemah? Tanpa dijawab macam-macam, ibu Zahra justru meminta murid-muridnya untuk mengumpulkan batu kerikil. Lalu mereka menimbang kerikil itu tidak lebih dari 3 kg. Lalu, bu Zahra meminta mereka mengangkat batu kerikil itu beberapa waktu. Hasilnya, meskipun pada awalnya...

Buah Kecapi

Pernah mendengar buah kecapi? Saya pernah. Sering malah. Banyak teman yang membicarakan. Karena buah ini, katanya buah masa kecil mereka. Sampai akhirnya, kemarin saya bertemu buah ini. Kalau tidak dibilangin buah itu namanya buah kecapi, kemungkinan besar saya tidak tau kalau yang saya pegang itu buah kecapi. Bentuknya bulat mirip duku. Tapi keras sekali kalau mau dikupas. Di dalamnya mirip manggis. Warnanya putih, berbiji, tapi lebih lembut dan pekat ketimbang manggis. Rasanya manis. Katanya, kalau belum matang, buah kecapi rasanya asam. Tapi kemarin yang saya makan itu rasanya manis. Berarti sudah matang ya... Penampakan dalamnya seperti ini. Buah ini termasuk buah langka. Karena sudah jarang sekali ditemui. Di tempat buah gak pernah ada. Justru adanya di kampung-kampung. Dijual murah. Kamu sudah pernah mencobanya? Saya penasaran banget sama buah kecapi ini. Meskipun waktu kecil nggak pernah kenal sama buah ini. Buah yang sampai sekarang masih penas...

Latihan Renang

Saya itu, termasuk orang yang sering berencana tapi sering gagal dalam merealisasikannya. Kayak kemaren, pengennya ikut kursus jahit, tapi sampai sekarang belum daftar juga. Boro-boro nanya pendaftarannya gimana, lha wong ke tempat kursus aja belum pernah. Cuma lihat di depan ada kursus jahit, gitu aja. Pengennya sih, kalau pas anak-anak sekolah, tapi ternyata waktu mereka sekolahpun saya masih repot banget ngurus kerjaan rumah tangga. Ditambah lagi, saya lagi ikut latihan nulis juga. Nah, di tahun 2017 ini, saya mau mencoba gak ingkar janji sama diri sendiri. Merealisasikan rencana, segera mungkin harus cepat terlaksana. Kayak rencana mau ngikutin kakak les renang ini. Sebenernya rencana itu udah lama banget, tapi kok ya maju mundur terus. Antara males nganter juga males bayar hahaha Kebetulan, ada tetangga yang les renang juga. Setelah ku tanya tanya, ternyata bayarannya masih cukup terjangkau ( sambil ngapusin menu2) Sebulan 250rb, selama 4 kali pertemuan. Itu uda...