Langsung ke konten utama

Postingan

Rahasia Batu-Batu Kecil

Buku ini dipinjam anakku di perpustakaan sekolahnya. Buku terbitan tahun 2000.  Bukunya tipis banget. Makanya, saya pun jadi tertarik untuk ngintip-ngintip isinya. Rahasia Batu-Batu kecil Bercerita tentang ibu guru Zahra, yang sedang menyampaikan Qs. Al-Lukman ayat 31. Yang isinya: Kami peerintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada dua orang tua ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Berterima kasihlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu-bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu kembali. Dari ayat yang dijelaskan bu Zahra tersebut, seorang siswanya bertanya, “Emang benar ya, waktu ibu mengandung itu semakin hari semakin lemah? Tanpa dijawab macam-macam, ibu Zahra justru meminta murid-muridnya untuk mengumpulkan batu kerikil. Lalu mereka menimbang kerikil itu tidak lebih dari 3 kg. Lalu, bu Zahra meminta mereka mengangkat batu kerikil itu beberapa waktu. Hasilnya, meskipun pada awalnya...

Buah Kecapi

Pernah mendengar buah kecapi? Saya pernah. Sering malah. Banyak teman yang membicarakan. Karena buah ini, katanya buah masa kecil mereka. Sampai akhirnya, kemarin saya bertemu buah ini. Kalau tidak dibilangin buah itu namanya buah kecapi, kemungkinan besar saya tidak tau kalau yang saya pegang itu buah kecapi. Bentuknya bulat mirip duku. Tapi keras sekali kalau mau dikupas. Di dalamnya mirip manggis. Warnanya putih, berbiji, tapi lebih lembut dan pekat ketimbang manggis. Rasanya manis. Katanya, kalau belum matang, buah kecapi rasanya asam. Tapi kemarin yang saya makan itu rasanya manis. Berarti sudah matang ya... Penampakan dalamnya seperti ini. Buah ini termasuk buah langka. Karena sudah jarang sekali ditemui. Di tempat buah gak pernah ada. Justru adanya di kampung-kampung. Dijual murah. Kamu sudah pernah mencobanya? Saya penasaran banget sama buah kecapi ini. Meskipun waktu kecil nggak pernah kenal sama buah ini. Buah yang sampai sekarang masih penas...

Latihan Renang

Saya itu, termasuk orang yang sering berencana tapi sering gagal dalam merealisasikannya. Kayak kemaren, pengennya ikut kursus jahit, tapi sampai sekarang belum daftar juga. Boro-boro nanya pendaftarannya gimana, lha wong ke tempat kursus aja belum pernah. Cuma lihat di depan ada kursus jahit, gitu aja. Pengennya sih, kalau pas anak-anak sekolah, tapi ternyata waktu mereka sekolahpun saya masih repot banget ngurus kerjaan rumah tangga. Ditambah lagi, saya lagi ikut latihan nulis juga. Nah, di tahun 2017 ini, saya mau mencoba gak ingkar janji sama diri sendiri. Merealisasikan rencana, segera mungkin harus cepat terlaksana. Kayak rencana mau ngikutin kakak les renang ini. Sebenernya rencana itu udah lama banget, tapi kok ya maju mundur terus. Antara males nganter juga males bayar hahaha Kebetulan, ada tetangga yang les renang juga. Setelah ku tanya tanya, ternyata bayarannya masih cukup terjangkau ( sambil ngapusin menu2) Sebulan 250rb, selama 4 kali pertemuan. Itu uda...

Menggandeng IDwebhost untuk Ganti Domain Baru

Sebenernya, sudah sejak lama pengen ganti domain baru. Kalau gak salah sejak oktober lalu, pengen banget alamat blog nya langsung dot com. Sampai-sampai, saya berujar. Kalau bulan itu saya dapet arisan, itu tandanya saya harus ganti domain. Eh, ndilalah...kok ya kebeneran dapet arisan. Tapi waktu itu nggak buru-buru beli. Masih mikir-mikir gimana caranya setting dan sebagainya. Ntar kalau salah nyetting trus blog ku ilang gimana? Trus nanya ke siapa? Trus aku kebingungan dalam derita. Horor banget kan...hal yang sangat sangat saya takuti. Bulan oktober berlalu, menginjak bulan berikutnya. Tapi ini blog malah ngganggur nggak kira-kira. Alesannya sibuk, alesannya banyak urusan, padahal ya cuma males aja. hahahah Bulan desember, saya berujar lagi. Kalau bulan ini dapet arisan lagi, itu tandanya emang saya harus bener-bener beli domain. Ehhhh...lha kok kebeneran dapet arisan lagi. Tapi lagi lagi, semua itu masih sekedar kemauan belaka. No Action. Meski sudah googling tentang cara-c...

Kalimat Misteri

Sejak shabira sekolah, kosakatanya jadi tambah buanyak banget. Omongannya juga udah nggak kebendung lagi. Nggak bisa diem barang sebentar pun. Paling kalau diam, mingkem pas nonton tv, kalau nggak lagi tidur. Selebihnya ya, bunyi terus kayak radio. Alhamdulillah, dari awalnya masih belum lancar ngomongnya, sekarang udah bisa diajak ngobrol. Cuma masalahnya, dia sekarang masih sulit meniru kata-kata orang. Kayak kemaren, pulang sekolah dia pamer, katanya udah bisa baca hadist. Trus kutanya, "gimana bunyinya?" Dia ngejawab kenceng-kenceng, " Laa dakdob...! Janganlah marah!" Saya rada curiga, kok kayaknya belum pernah denger bahasa arab yang bunyinya kayak gitu ya? Apa saya nya yang salah denger?

Candi Jiwa, Candi di Tengah Persawahan

Kalau kemaren saya nulis pantai Samudra Baru  yang ada di Karawang, sekarang saya mau nulis tentang Candi Jiwa. Masih di karawang juga, meskipun beda jalur kalau mau menuju ke dua tepat tersebut. Saya datang ke Candi Jiwa ini waktu mau puasa kemarin. Sehari menjelang puasa lebih tepatnya, sekitaran bulan juni. Kenapa baru ditulis sekarang? tau ndirilah...yang punya blog ini kan emang pemalas. hahaha

Pantai Samudra Baru Karawang, Sekedar Nyetatus ke Pantai

Hari sabtu kemaren, bocah-bocah seharian gegulingan minta pergi. Bosen katanya di rumah terus. Tapi ayahnya lagi semangat beres-beres, jadinya diajak pergi pun menolak. Sebagai gantinya, hari minggu dia janjikan jalan-jalan ke pantai. Saya sendiri nggak terlalu tertarik karena pantai yang mau dikunjungi cuma ada di karawang. Dekat banget, pasti nggak ada acara nginep-nginepnya:D Malamnya, bocah-bocah nurut banget diajak tidur. Yang biasanya harus nunggu jam sebelas dulu untuk meluk bantal, jam sembilan disuruh masuk kamar langsung pada ngiler. Saya sendiri malah yang masih asik internetan sampai tengah malem. Paginya, saat adzan subuh berkumandang, pengennya bangun trus bikin bekal pergi ke pantai. Eh, ternyata kepala pusing banget kayak abis begadang semingguan. Udah kepala pusing, hidung masih mampet, badan masih pegel-pegel. Jadi malas mau berangkat.