Langsung ke konten utama

Postingan

Pinjem, ya......!

Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, sudah sewajarnya mereka akan berhubungan dengan manusia lain maka “saling tolong menolonglah dalam kebaikan”  -diambil dari mana saja- Jadi ceritanya, suatu hari shasha ribut minta dibelikan sepeda baru.  “ semua teman teman sudah beli sepeda baru…” katanya Berhubung bunda sedang musim pengiritan, keinginan bunda untuk beli sepeda baru terpaksa untuk sementara ditolak dulu. Shasha sempat protes, ngambek, dan melayangkan argumennya untuk memenangkan keinginannya beli sepeda baru. “ sepeda lama kan, masih ada kak….” Bunda membujuk bujuk. Membesarkan hati anaknya yang masih ngeyel. “ sepeda yang lama sudah rusak bun…..ban nya udah nggak bagus “ kata shasha beralasan. Bunda   tersenyum simpul. Mengamati sepeda milik shasha yang……..terlihat masih kokoh. Hanya memang, bannya perlu diganti. Mengingat besinya udah mulai karatan. “ ya udah, beli ban aja….” Shasha merengut. Minta sepeda kok malah di b...

Menghargai Sebuah Kejujuran

                                                 Menghargai Sebuah Kejujuran Seperti biasa, sepulang dari sekolah saya langsung ngecek tas Shasha. Melihat apakah ada tugas atau PR. Membuka satu per satu buku paket dan buku tulisnya. Membuka buka buku penghubung melihat adanya kemungkinan Shasha melanggar aturan. Dan semuanya baik. Hanya saja, di buku bahasa inggrisnya ada nilai 50 terpampang di sana. Ditulis dengan tinta merah dan besar. Plus tanda tangan guru dan dibubuhi tanggal hari ini. Saya heran, kenapa ya? Padahal, Shasha senang sekali pelajaran itu. Bahkan, dari sekian banyak hari yang dilaluinya di SD dia belum pernah mendapatkan nilai separah itu setiap harinya.Kupikir, pasti ada sesuatu yang salah. Akhirnya, saya tanyakan hal ini ke dia " Kak, hari ini Shasha dapet nilai berapa?" kataku pura pura nggak ngerti. " 50 " katanya mantap "lho....kok bisa? ema...

PALING CANTIK.....???

Pagi pagi sudah jajan ke tukang sayur. Seperti biasa. Hanya saja, ternyata ada hal yang tidak biasa terjadi. Ternyata, saya pembeli paling cantik dalam sekian menit waktu itu. Ini bukan efek kepedean, narsis atau ngartis lho ya…tapi ini nyata! Saya emang paling cantik! Lha wong kanan kiri belakang saya bapak bapak semua. Sempat heran, kenapa yang belanja bapak bapak semua? Jangan jangan, ibu ibunya pada terkena sindrom ungu. Jadi seluruh tubuhnya berwarna ungu. Dan mereka malu untuk keluar rumah seperti dalam   cerpennya sungging raga yang keren itu lho…. Pas saya dateng, bapak bapak di kanan saya lagi sibuk milih kangkung. Dan yang sebelah kiri malah bengong liatin saya. Dalam hati, awas ya ….kalau sampai nyontek menu saya. Apalagi, kalau sampai memplagiat jajan saya* senyum angkuh*. Karna kebanyakan bengong, ibu tukang sayur nanya, “Apa lagi pak?” “eeehm……apa lagi ya?” garuk garuk kepala “lho kok malah nanya saya?” tukang sayurnya menggoda. “makanya pak…lain ka...

Rapotan Shasha

Sabtu kemarin, tanggal 22 Juni Shasha terima raport. Sebelum berangkat, Shasha sempat bilang, kalau Shasha juara 1 dia minta dibeliin sepatu roda. Kalau juara 2, minta renang di waterboom, kalau juara 3, makan ayam di kfc.  “ kalau nanti nggal dapet rangking, berarti nggak dapet apa apa ya….? Kataku menggodanya. Shasha mengangguk agak berat. Sepertinya, dia deg deg an juga. Semester lalu, dia mendapatkan juara 8. Kalau sampai nggak dapet juara, bisa maluuuu laaaaaaah………. Okeee……siap! Saya berangkat agak tergesa gesa. Karena pagi itu ternyata saya harus bangun kesiangan. Jadwal pengambilan jam setengah 8 sampai jam 10. Dan saya berangkat pukul setengah Sembilan. Belum bisa dikatakan telat. Walaupun, ketika sampai di sekolahan, suasana sudah ramai. Malah udah ada yang pulang. Dengan wajah berpeluh peluh, saya tergopoh gopoh memboyong adiknya yang masih tidur   ke dalam kelas. Seperti biasa, nama nama siswa yang mendapatkan rangking 10 besar di tempel di jendela de...

Pe De

Kata orang, buah jatuh itu tidak jauh dari pohonnya. Maksudnya, anak itu mirip miriplah sama orang tuanya. Entah itu wajahnya ataupun kelakuaannya. Tapi, saya dan shasha ( anak wedok ) kok beda? Beda jauh…..malah. Saya tipe orang yang pendiem. Lebih suka memendam segalanya sendiri. Misalnya, kalau pas lagi nonton tv. Pas adegan lucu, Shasha biasanya ketawa ngakak ngakak. Kadang malah sampai guling guling segala. Tapi saya, selucu apapun paling cuma mesem doang. Shasha, kalau memuji seseorang sampai berbusa busa mulutnya. Sedetail detailnya lah kalau kagum sama orang itu. Tetapi, saya lebih cenderung diam, dan cukup mengagumi dalam hati saja. Kalau saya sama ayahnya lebih suka berdiam di rumah ketimbang pergi kumpul kumpul, kadang kala aja pengen ngumpulnya, nggak terlalu doyan banget. Tapi, Shasha justru sebaliknya. Dia, kalau di rumah udah kayak ayam aja. Kalau belum sore belum mau pulang. Kalau bundanya belum gembok pagar belum punya inisiatif buat bubarin kompinya.  ...

SHASHA

hari 1 14 oktober 2007 Hari ini, bertepatan dengan hari lebaran, seorang bayi mungil berkulit putih, berhidung mancung, dan berambut tebal lahir ke dunia ini. Dengan penuh perjuangan ibunya. Selama hampir 14 jam berkutat dengan rasa sakit dan nyeri, akhirnya bocah mungil itu keluar juga dari rahim ibunya. Alhamdulillah....tak henti hentinya mengucap syukur. Anak pertama dari hasil hubungan pernikahan kedua orang tuanya itu akhirnya di beri nama "Shavitri Herli Styowati. Biasa di panggil shasha. lho kok bisa ? bisa dong.....nama resminya, bapaknya yang ngasih, sedangkan nama panggilannya, entah dari siapa tiba tiba akarab di panggil shasha....hehe.... Awalnya, emaknya nggak setuju bocah ini di kasih nama Vitri. kenapa? karena pas waktu itu kan, lagi tenar tenarnya sinetron cinta fitri tuh....bapaknya kalau udah nonton tuh sinetron nggak kedip sama sekali. mlongo aja sampe ngeces ngeces.  " Aku suka banget sama Vitri ini....eh, Shiren sungkar...dia itu top ...

Rahasia Besar Pemilu

Hari ini, sudah resmi diputuskan siapa saja yang akan ikut pemilihan Presiden bulan depan. Seluruh media sibuk. Mengkonfirmasi, saling adu debat, berbantah bantahan. Tak peduli siapa lawan siapa teman. Atau justru tidak tau siapa teman siapa lawan? Tidak hanya di media sosial, di jejaring sosial pun penuh dengan link sampah. Ya.....link yang berisi informasi murahan. Salimg menjelek jelekkan pendukung capres lawannya.Saya pikir, link sampah itu akan terus beredar dalam beberapa waktu ke depan. Entahlah....ibu ibu yang biasanya hanya ngrumpi seputar harga sayuran, harga baju, harga beras yang terus naik, sekarang sedikit cerdas dengan adanya pemilu. Apa yang mereka bicarakan? apalagi kalau bukan capres........! Di sudut sudut kota yang ramai, di warung kopi, di warteg, di warung padang, di kios baju, di tukang sayur, semua yang di bicarakan pun sama. Apalagi kalau bukan capres! Hari ini, Bu Maryah seorang ibu rumah tangga tulen. Yang setia dengan suaminya, dan berkorban apa saja un...