Langsung ke konten utama

[ Kegiatan Anak ] Bikin Cap Yuuuk...!


Prinsip saya kalau lagi main bareng anak-anak itu yang penting murah, bisa bermain, bahagia, bisa belajar, dan satu lagii....nggak bikin rumah berantakan Hahahaha...

Tapi berhubung saya lagi penasaran banget bikin gambar dengan nge cap, jadinya prinsip yang saya pegang selama ini runtuh juga. Akhirnya, saya keluarin semua cat air yang selama ini saya timang-timang sayang tiap mau dipakai. Padahal, harganya cuma 25rb, gimana kalau harganya ratusan ribu yak? Emang pelit sama perhitungan itu bedanya setipis kulit bawang#hiks

Membuat Gambar Dengan Cap

Ide menggambar dengan teknik cap ini saya baca di buku "Rumah Main Anak 2". Di situ sebenernya, nge cap nya pakai tutup botol trus di tempel sama styrifoam (bener gak ya tulisannya?) trus dikasih cat air. Styriofoam nya dibentuk macam-macam benda. Benar-benar mirip kayak cap buat kantor.

Nah, berhubung saya nggak mau ribet, jadi bentuk benda yang saya bikin nggak banyak. Pokoknya, asal bisa buat bikin rumah dan lingkungannya udah cukup.

Bahan:

Cat air
Styriofoam
kuas
kertas gambar
cutter
gunting

Langkah Bermain:

  1. Buatlah bentuk benda yang diinginkan dengan styriofoam, lagu potong dengan cutter
  2. Olesi benda itu dengan cat air
  3. Tempel dan tekan di atas kertas
  4. Biarkan anak berkreasi sesukanya, terserah dia mau gambar apa:D

Hasilnya seperti ini:

Olesi Styriofoam dengan cat air lalu tempel di kertas


Nekannya sampai pake kaki:D


Hasil akhirnya


Ini gambarnya murni pakai cap ya, nggak pakai kuas. Styriofoam nya saya bentuk bunga, panjang, segitiga, persegi, daun, bulat-bulat. Trus kalau cat air nggak ada, bisa kok diganti pakai pewarna makanan. Cuma kalau pewarna makanan, warnanya jadi kurang bagus. Karena biasanya kan encer gitu kalau ditambah air. Jadi warnanya pecah-pecah. Emang lebih bagus pakai cat air.

Hasilnya lumayan lah...buat anak anteng bentar tanpa gadget:). Bisa bermain juga. Lebih baik ketika bermain seperti ini didampingi. Selain bisa ngobrol, kita juga bisa tau, karakter anak kita itu sepeerti apa. Yang nggak sabaran pasti keliatan:)  
Selamat mencoba...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip Sukabumi #Museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan

Kemarin, saat kami berkunjung ke Sukabumi mengikuti kaki melnagkah dan nggak tau mau melangkah ke mana lagi, akhirnya ada informasi katanya di Parung kuda ada sebuah museum. Museumnya bernama museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan. Dari luar, kami sama sekali nggak mengira kalau di dalam sebuah area yang ada patung gedenya itu ada museum tersembunyi. Saat kami mau masuk pun, bingung mau masuk lewat mana. Ada beberapa anak berseragam sekolah yang mlipir mlipir di dekat pagar. Ketika kami dekati, ternyata itu bukan  jalan masuk utama. Hanya jalan kecil buat lewat satu oarang yang suempit banget. Setelah muterin wilayah berpagar itu, kami akhirnya bertemu dengan seorang bapak dan ditunjukinlah ke mana kami harus masuk. Mendekati pintu gerbang utama, banyak anak sekolah yang lagi nongkrong. Eh, ngomong-ngomong pintu gerbang...pintu gerbang masuknya ternyata udah nggak layak banget. Seperti mau roboh dan susah dibuka #ngenes Saat kami masuk nggak ada satupun yang menyambut ...

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu...

Menghitung

Beberapa hari ini jadwal magrib di Mexico berubah. Yang tadinya jam tujuh lebih, hampir setengah delapan, sekarang jadi jam tujuh kurang. Perubahan waktu yang lumayan itu adalah sesuatu yang sesuatu banget. Sudah mulai beradaptasi dengan jadwal sebelumnya, eh, jadwalnya berubah lagi. Beberapa hari ini, tiap adzan magrib datang aku masih dalam kondisi di tengah goreng ikan, masak sambel, rebus sayur. Trus sering mengutuk diri sendiri. Seharian udah pontang panting nggak istirahat, giliran magrib datang belum selesai juga. Akhirnya mood-ku jadi buruk, trus senggol bacok. Kesenggol dikit pengen ngebacok orang. Hahaha Beberapa hari ini, aku emang sengaja ngurangin nyimak kajian buat beres-beres rumah. Ku pikir, setelah rumahnnya bersih, besok besok aku jadi lebih ringan buat beresinnya. Ternyata dugaanku salah. Seharian beresin rumah, besoknya tetep aja rumah berantakan. Apalagi cucian piring yang berasa beranak pinak nggak pernah ada habisnya. Magrib -magrib masih masak nggak selesai juga...