Langsung ke konten utama

Membuat Pernak-pernik Dengan Kertas Kokoru


Udah pernah dengar apa itu kertas kokoru?

Atau udah pernah lihat bentuknya kayak apa?

Saya baru kemaren tau dan liat bentuk kertas kokoru itu kayak apa. Saat si kakak menyodorkan benda ini, saya bingung. Kok bisa bikin boneka lucu-lucu kayak gitu, sih?




Kakak kemudian nunjukin bahan-bahannya, trus dikasih tau gimana caranya bikin, trus saya praktek bikin, trus nggak jadi....Iya...nggak jadi...beneran nggak jadi. Saking penasaran, sampai saya buka you tube. Nyari-nyari contoh gimana cara bikin step by step nya, tetep aja nggak jadi. Kelihatannya gampang ya...kelihatannya...tapi pas dicobain kok ya susah.

Cara bikinnya sebenernya cuma digulung-gulung gitu. Kata kakak, nariknya harus kenceng biar nggak lepas gulungannya. Tapi pas saya nariknya kenceng, kertasnya malah nggak kebentuk rapi, jadi kucel. hiks...

Ini kertas sebelum digulung-gulung.

kayak kertas kardus ya?

Kertasnya kayak kardus yang diwarnai gitu ya....Tapi katanya pangeran abal-abal, ini bukan kardus yang diwarnai, tapi emang kertas khusus yang diciptakan untuk kreasi kerajinan tangan.hehehe...

Awalnya, saya nggak mau beliin. Karena kupikir itu mainan nggak penting gitu. Tapi setelah liat hasil kreasinya pakai kertas temannya, saya malah beliin 3 bungkus. Tiap sabtu minggu mereka pada kumpul bikin kreasi dari kertas kokoru. Hasilnya banyak. Saya ijinkan juga mereka liat you tube untuk cari contohnya.

Tapi...berhubung mereka pemula, bikinnya ya kalau nggak bunga, boneka. Bunganya banyak, katanya buat bros. Tapi kulihat-lihat, kayaknya lebih cocok jadi hiasan kulkas daripada bros. Secara, bunganya gede banget...hehe...

Sebagian hasilnya...Buah apel sama melonnya aneh, ya?

Setelah jadi boneka dan buah kayak gini, kakak bingung. Itu semua mau buat apa, ya? Kalau bros nggak mungkin. Tempelan kulkas nggak mungkin juga semua bisa ditempal.

Rencananya, boneka-boneka itu mau di jual. Biar dapet duit banyak kayak pas bikin slime kemaren. Tapi belum punya ide mau dijadiin apa.

Ngomong-ngomong...ada yang bisa bantu, kira-kira boneka-boneka nya mau dijadiin apa?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip Sukabumi #Museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan

Kemarin, saat kami berkunjung ke Sukabumi mengikuti kaki melnagkah dan nggak tau mau melangkah ke mana lagi, akhirnya ada informasi katanya di Parung kuda ada sebuah museum. Museumnya bernama museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan. Dari luar, kami sama sekali nggak mengira kalau di dalam sebuah area yang ada patung gedenya itu ada museum tersembunyi. Saat kami mau masuk pun, bingung mau masuk lewat mana. Ada beberapa anak berseragam sekolah yang mlipir mlipir di dekat pagar. Ketika kami dekati, ternyata itu bukan  jalan masuk utama. Hanya jalan kecil buat lewat satu oarang yang suempit banget. Setelah muterin wilayah berpagar itu, kami akhirnya bertemu dengan seorang bapak dan ditunjukinlah ke mana kami harus masuk. Mendekati pintu gerbang utama, banyak anak sekolah yang lagi nongkrong. Eh, ngomong-ngomong pintu gerbang...pintu gerbang masuknya ternyata udah nggak layak banget. Seperti mau roboh dan susah dibuka #ngenes Saat kami masuk nggak ada satupun yang menyambut ...

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu...

Menghitung

Beberapa hari ini jadwal magrib di Mexico berubah. Yang tadinya jam tujuh lebih, hampir setengah delapan, sekarang jadi jam tujuh kurang. Perubahan waktu yang lumayan itu adalah sesuatu yang sesuatu banget. Sudah mulai beradaptasi dengan jadwal sebelumnya, eh, jadwalnya berubah lagi. Beberapa hari ini, tiap adzan magrib datang aku masih dalam kondisi di tengah goreng ikan, masak sambel, rebus sayur. Trus sering mengutuk diri sendiri. Seharian udah pontang panting nggak istirahat, giliran magrib datang belum selesai juga. Akhirnya mood-ku jadi buruk, trus senggol bacok. Kesenggol dikit pengen ngebacok orang. Hahaha Beberapa hari ini, aku emang sengaja ngurangin nyimak kajian buat beres-beres rumah. Ku pikir, setelah rumahnnya bersih, besok besok aku jadi lebih ringan buat beresinnya. Ternyata dugaanku salah. Seharian beresin rumah, besoknya tetep aja rumah berantakan. Apalagi cucian piring yang berasa beranak pinak nggak pernah ada habisnya. Magrib -magrib masih masak nggak selesai juga...