Langsung ke konten utama

Ikut Event #NulisRandom2015 (day 1)



Jadi ceritanya, kemarin itu secara nggak sengaja saya baca event nulis barengan #NulisRandom2015 di facebook. Ada beberapa teman blogger yang sudah ikutan sih sebenernya, cuma saya masih agak ragu aja mau ikut. Setelah saya baca pengumumannya berulang-ulang, saya resapi, saya timbang-timbang, akhirnya saya tertarik juga untuk ikut tantangan ini.





Kalau dibaca dari pengumumannya sih, syaratnya cuma satu: Nggak ada syarat apapun. Jadi bebas mau nulis apa saja, mau nulis berapa aja, mau nulis tema apapun, yang penting setiap hari kamu nulis dan bagikan ke siapa aja, pokoknya belakangnya aja. Nggak harus dibagi ke facebook, twitter atau di group nulis buku kok. Mau dibagikan di group bb boleh, Wa boleh, dibagi sama tukang sayur yang lewat depan rumah juga boleh hihihi....Kalau seandainya kamu berkenan dan mau membagi tulisanmu di group "nulis buku" juga nggak dilarang.

Nah, dibagian inilah saya merasa cukup tertantang. Kalau nulis, saya sudah terbiasa nulis setiap hari. Tapi kalau posting plus bagi-bagi ke orang lain, itu yang belum sepenuhnya saya lakukan. Jadi, dengan adanya ajakan menulis ini, saya berharap bisa setiap hari nemu ide brilian, ditulis, trus dibagi- bagi ke tetangga. Sekalian uji nyali, seberapa beranikah saya nyodorin tulisan sendiri ke orang lain.

Kamu mau ikutan juga?

ini pengumumannya #NulisRandom2015

Mulai postingannya sebenernya udah dari tanggal 1 Juni 2015. Tapi karena saya telat memutuskan untuk ikut, jadi nggak papa ya telat sehari hehe...#Ngeyel
Jadi, mulai hari ini Sulis Sha resmi ikutan nulis barengan #NulisRandom2015 *langsung ketok palu*Ingatkan saya jika saya lupa:D

Selamat menulis! Sebagai pemanasan, ini tulisan pertama saya dalam event#NulisRandom2015.
#tulisannyadikitamat



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip Sukabumi #Museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan

Kemarin, saat kami berkunjung ke Sukabumi mengikuti kaki melnagkah dan nggak tau mau melangkah ke mana lagi, akhirnya ada informasi katanya di Parung kuda ada sebuah museum. Museumnya bernama museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan. Dari luar, kami sama sekali nggak mengira kalau di dalam sebuah area yang ada patung gedenya itu ada museum tersembunyi. Saat kami mau masuk pun, bingung mau masuk lewat mana. Ada beberapa anak berseragam sekolah yang mlipir mlipir di dekat pagar. Ketika kami dekati, ternyata itu bukan  jalan masuk utama. Hanya jalan kecil buat lewat satu oarang yang suempit banget. Setelah muterin wilayah berpagar itu, kami akhirnya bertemu dengan seorang bapak dan ditunjukinlah ke mana kami harus masuk. Mendekati pintu gerbang utama, banyak anak sekolah yang lagi nongkrong. Eh, ngomong-ngomong pintu gerbang...pintu gerbang masuknya ternyata udah nggak layak banget. Seperti mau roboh dan susah dibuka #ngenes Saat kami masuk nggak ada satupun yang menyambut ...

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu...

Menghitung

Beberapa hari ini jadwal magrib di Mexico berubah. Yang tadinya jam tujuh lebih, hampir setengah delapan, sekarang jadi jam tujuh kurang. Perubahan waktu yang lumayan itu adalah sesuatu yang sesuatu banget. Sudah mulai beradaptasi dengan jadwal sebelumnya, eh, jadwalnya berubah lagi. Beberapa hari ini, tiap adzan magrib datang aku masih dalam kondisi di tengah goreng ikan, masak sambel, rebus sayur. Trus sering mengutuk diri sendiri. Seharian udah pontang panting nggak istirahat, giliran magrib datang belum selesai juga. Akhirnya mood-ku jadi buruk, trus senggol bacok. Kesenggol dikit pengen ngebacok orang. Hahaha Beberapa hari ini, aku emang sengaja ngurangin nyimak kajian buat beres-beres rumah. Ku pikir, setelah rumahnnya bersih, besok besok aku jadi lebih ringan buat beresinnya. Ternyata dugaanku salah. Seharian beresin rumah, besoknya tetep aja rumah berantakan. Apalagi cucian piring yang berasa beranak pinak nggak pernah ada habisnya. Magrib -magrib masih masak nggak selesai juga...