Langsung ke konten utama

Berdamai Dengan Keadaan

Sore tadi, saya sempat bertemu dengan salah satu teman. Dia bilang, kalau di sekolahnya butuh guru selama 3 bulan untuk mengganti partner kerjanya yang lagi sakit.

Sebuah kesempatan....
Teman saya itu bahkan sudah brrkali kali menawari saya untuk mengajar. Entah karena dia tau latar belakang pendidikan saya, atau merasa kasihan lihat saya lontang lantung tiap sore di jalanan.

Dulu.....dulu... sekali, setiap dapat tawaran mengajar, hati saya selalu deg deg an. Saya ingin berlari menangkapnya, mengejar, dan bahkan mendekap kesempatan itu agar tidak lari.
Sayangnya, berkali kali datang tawaran, hanya lewat begitu saja. Berlalu dan meninggalkan luka yang sangat perih di hati.

Saya tidak butuh gaji, tidak butuh atribut pegawai negeri, saya hanya butuh belajar. Belajar dari anak anak, belajar dari sekolahn, belajar mengaktualisasi kan diri.

Tapi hari ini, saat tawaran itu menyapaku kembali, pelan pelan saya mencoba meraba hati. Rasa sakit itu ternyata sudah berlalu pergi. Rasa perih yang dulu menghinggapi ternyata tak lagi ada di sini.

Mungkin.......
Saya sudah berdamai dengan keadaan.
Mungkin.......
Saya sudah bisa menerima kenyataan.
Mungkin......
Sekarang saya sudah punya tempat belajar yang nyaman.
Tak perlu mengajar, tak perlu jauh jauh pergi ke sekolahan. Karena di rumah pun saya bisa belajar.

~ setelah 8 tahun berlalu ~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip Sukabumi #Museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan

Kemarin, saat kami berkunjung ke Sukabumi mengikuti kaki melnagkah dan nggak tau mau melangkah ke mana lagi, akhirnya ada informasi katanya di Parung kuda ada sebuah museum. Museumnya bernama museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan. Dari luar, kami sama sekali nggak mengira kalau di dalam sebuah area yang ada patung gedenya itu ada museum tersembunyi. Saat kami mau masuk pun, bingung mau masuk lewat mana. Ada beberapa anak berseragam sekolah yang mlipir mlipir di dekat pagar. Ketika kami dekati, ternyata itu bukan  jalan masuk utama. Hanya jalan kecil buat lewat satu oarang yang suempit banget. Setelah muterin wilayah berpagar itu, kami akhirnya bertemu dengan seorang bapak dan ditunjukinlah ke mana kami harus masuk. Mendekati pintu gerbang utama, banyak anak sekolah yang lagi nongkrong. Eh, ngomong-ngomong pintu gerbang...pintu gerbang masuknya ternyata udah nggak layak banget. Seperti mau roboh dan susah dibuka #ngenes Saat kami masuk nggak ada satupun yang menyambut ...

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu...

Menghitung

Beberapa hari ini jadwal magrib di Mexico berubah. Yang tadinya jam tujuh lebih, hampir setengah delapan, sekarang jadi jam tujuh kurang. Perubahan waktu yang lumayan itu adalah sesuatu yang sesuatu banget. Sudah mulai beradaptasi dengan jadwal sebelumnya, eh, jadwalnya berubah lagi. Beberapa hari ini, tiap adzan magrib datang aku masih dalam kondisi di tengah goreng ikan, masak sambel, rebus sayur. Trus sering mengutuk diri sendiri. Seharian udah pontang panting nggak istirahat, giliran magrib datang belum selesai juga. Akhirnya mood-ku jadi buruk, trus senggol bacok. Kesenggol dikit pengen ngebacok orang. Hahaha Beberapa hari ini, aku emang sengaja ngurangin nyimak kajian buat beres-beres rumah. Ku pikir, setelah rumahnnya bersih, besok besok aku jadi lebih ringan buat beresinnya. Ternyata dugaanku salah. Seharian beresin rumah, besoknya tetep aja rumah berantakan. Apalagi cucian piring yang berasa beranak pinak nggak pernah ada habisnya. Magrib -magrib masih masak nggak selesai juga...