Langsung ke konten utama

Bersyukur, meski hanya dtitipin anak.


Pagi-pagi sambil melamun baca buku, tiba-tiba saya mbatin," enak kali ya, kalau seandainya saya kerja, pagi-pagi udah dandan, dapet duit buat tambahan tabungan"

Meskipun di rumah pakai lipstik dan bedakan juga, tapi tetep rasanya kurang nendang kalau bedakan cuma mau goreng tempe. Hahaha....

Memang pagi ini saya agak lebay. Banyak melamun karena nggak ada kerjaan. Coba kalau pas hari selasa, pagi-pagi udah harus berangkat bahasa Arab. Lamunannya pasti udah beda lagi.

Sorenya, tiba-tiba ada yang nelp.

"Bu, nitip anakku dulu ya. Tadi kunci rumahnya kebawa ayahnya kerja"

Suara seorang tetangga terdengar di telp. Saat itu juga hati saya mulai lebay bin baper lagi. Sungguh, betapa kuatnya hati ibu itu. Kalau saya yang ada di posisinya sekarang, mungkin udah langsung mewek sambil nyetop angkot minta dianterin pulang. Lupa kalau nge-grab lebih cepet. Atau bahkan lupa juga kalau mobil ternyata lagi di parkiran 😀

Saya pasti udah stress abis, takut diserang netijen Budiman. Takut dibully tetangga dicap emak tega gak bertanggung jawab. Ditatap dengan tatapan sinis dan penuh penghakiman.

Saya akhirnya meralat lamunan tadi pagi. Ya Allah, sungguh...segala sesuatu itu tidak ada yang sia-sia. Tidak ada juga yang percuma.

Bayangin, kalau nggak ada emak-emak ibu rumah tangga yang stand by di rumah, pasti anaknya udah gegoleran di teras rumah sendiri.

Ya kalau nggak hujan. Kalau hujan badai petir angin kenceng#mulai lebay lagi, sungguh kasihan.

Makanya, sore ini saya bersyukur. Ternyata hidupku masih berguna untuk orang lain. Meski hanya dititipin anak tetangga 😁

#curhat emak
#postingan recehan





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip Sukabumi #Museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan

Kemarin, saat kami berkunjung ke Sukabumi mengikuti kaki melnagkah dan nggak tau mau melangkah ke mana lagi, akhirnya ada informasi katanya di Parung kuda ada sebuah museum. Museumnya bernama museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan. Dari luar, kami sama sekali nggak mengira kalau di dalam sebuah area yang ada patung gedenya itu ada museum tersembunyi. Saat kami mau masuk pun, bingung mau masuk lewat mana. Ada beberapa anak berseragam sekolah yang mlipir mlipir di dekat pagar. Ketika kami dekati, ternyata itu bukan  jalan masuk utama. Hanya jalan kecil buat lewat satu oarang yang suempit banget. Setelah muterin wilayah berpagar itu, kami akhirnya bertemu dengan seorang bapak dan ditunjukinlah ke mana kami harus masuk. Mendekati pintu gerbang utama, banyak anak sekolah yang lagi nongkrong. Eh, ngomong-ngomong pintu gerbang...pintu gerbang masuknya ternyata udah nggak layak banget. Seperti mau roboh dan susah dibuka #ngenes Saat kami masuk nggak ada satupun yang menyambut ...

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu...

Menghitung

Beberapa hari ini jadwal magrib di Mexico berubah. Yang tadinya jam tujuh lebih, hampir setengah delapan, sekarang jadi jam tujuh kurang. Perubahan waktu yang lumayan itu adalah sesuatu yang sesuatu banget. Sudah mulai beradaptasi dengan jadwal sebelumnya, eh, jadwalnya berubah lagi. Beberapa hari ini, tiap adzan magrib datang aku masih dalam kondisi di tengah goreng ikan, masak sambel, rebus sayur. Trus sering mengutuk diri sendiri. Seharian udah pontang panting nggak istirahat, giliran magrib datang belum selesai juga. Akhirnya mood-ku jadi buruk, trus senggol bacok. Kesenggol dikit pengen ngebacok orang. Hahaha Beberapa hari ini, aku emang sengaja ngurangin nyimak kajian buat beres-beres rumah. Ku pikir, setelah rumahnnya bersih, besok besok aku jadi lebih ringan buat beresinnya. Ternyata dugaanku salah. Seharian beresin rumah, besoknya tetep aja rumah berantakan. Apalagi cucian piring yang berasa beranak pinak nggak pernah ada habisnya. Magrib -magrib masih masak nggak selesai juga...