Langsung ke konten utama

Anak-Anak dan Pemikirannya ( #NulisRandom2015, Day 2 )




Apa yang kamu pikirkan, kalau liat ikan mas mungil, kecil, lucu, dan sendirian di dalam wadah atau kolam?

Sebagai emak-emak, kadang kalau liat ikan bawaannya pengen langsung masuk dapur, lalu panasin wajan, ambil minyak, langsung goreng ikan. Kalau ikannya kecil-kecil, paling nunggu tukang sayur lewat, buka-buka keranjangnya, trus nyariin teman buat si ikan kecil untuk digoreng :D

Pemikiran yang standar dan sederhana ya?

Tapi ternyata, anak-anak malah justru punya pemikiran yang lebih rumit dari itu lho.... Seperti cerita Shasha (8thn) beberapa waktu yang lalu. Saat ia pulang study tour dari Taman Mini bareng temannya, Shasha membawa 2 ekor ikan mas kecil-kecil banget. Katanya, itu ikan hasil dari nangkep sendiri. Kebayang kan, bangganya tuh bocah bisa nangkep ikan?

Sampai rumah, dia cari wadah baskom gede buat nempatin ikan tersebut karena nggak punya aquarium. Nemulah dia baskom gede yang biasa saya pakai buat bikin donat.

Setelah dikasih air penuh, ikan mas dua biji itu dicemplungin gitu aja ke dalam wadah. Hari pertama, ikan mas itu  masih hidup lincah berenang kesana-kemari. Sayangnya, pas hari ke-dua ikan mas satunya mati. Sedihlah Shasha liat ikan hasil nangkep sendiri itu melayang-layang di atas air. Shasha memandangi lekat-lekat ikan mas yang tinggal satu di dalam baskom. Sambil menatap ikannya berkeliaran, ia berujar,


"Bun, kayaknya ikannya harus dibeliin makan nih"

Karena kasihan liat dia cemberut, berangkatlah saya ke tukang jualan ikan buat beli pakannya. Sampai di rumah, Shasa semangat sekali menaburkan pakan ke dalam wadah baskom. Saking semangatnya, dia lupa nabur pakannya kebanyakan.

Esok paginya, ikan mas mungil itu lemes. Gerakannya nggak selincah waktu pertama kali datang ke rumah ini *jiah

Sambil terus mandangin ikan di dalam baskom Shasha bergumam,

"Bun, kayaknya ikannya ini belum siap makan deh..."

"Maksudnya?" 

"Dia kan umurnya belum 6 bulan, jadi mungkin dia makanannya masih harus ASI full"

"....."

"Perutnya belum kuat, Bun...kalau dikasih makan. Liat aja, makanannya nggak dimakan tuh"  

".........."

"Trus kalau dia minta ASI, gimana Bun? Kan akau nggak tau ibunya yang mana?" Wajahnya tampak memelas.

".........."

Mendengar celotehnya itu, saya langsung pengen ketawa tapi tertahan. Darimana dia dapat kata-kata ASI full? Darimana dia tahu kalau umur 6 bulan baru siap makan?
Dari saya? Mungkin iya, tapi saya lupa kapan jelasinnya.

Ingatan anak-anak memang begitu kuat, ketika dijelaskan sesuatu sekali saja dia akan terus mengingatnya. Nah, masalahnya kadang kalau tidak siap dengan pertanyaannya, emaknya kadang suka menjawab seadanya.

Cerita selanjutnya.

Suatu pagi, saat Shasha baru bangun tidur, dia mendapati Ipus putih kucing kesayangannya mau muntah. Mual-mual kayak orang ngidam gitu. Shasha yang liat kejadian itu langsung lari ke dapur cari ikan sisa semalem. Dikasihlah si Ipus ikan bandeng. Nggak berhenti muntah, Ipus malah lari terbirit-birit ke luar rumah sambil menahan mual. Shasha kemudian melihat kucingnya dengan raut wajah panik.

"Bun, kayaknya Ipuss bangunnya kepagian deh..."

"Lho, emang kenapa?"

"Itu Ipuss mau muntah, kayak aku Bun. Kalau bangun kepagian jadinya mual"

"........."

"Ipuss harus minum teh anget nih, Bun....biar nggak sakit maag"

".........."

Emaknya ikut panik.

"Bahaya! kalau Ipus telat makan, mual, sakit maag, kecapekan, nanti bisa kena tipes"

"@??!!@#?!@"




Komentar

  1. Wkwkwkwkwk lucu yaa, masih polos-polosnya xD

    Iya tuh, harusnya ikannya dikasih bubur bayi organik dulu sebelum dikasih makanan padat.. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah komentar di blog ini. komentar insya Allah akan saya balas. Atau kunjungan balik ke blognya masing masing :)

Postingan populer dari blog ini

Trip Sukabumi #Museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan

Kemarin, saat kami berkunjung ke Sukabumi mengikuti kaki melnagkah dan nggak tau mau melangkah ke mana lagi, akhirnya ada informasi katanya di Parung kuda ada sebuah museum. Museumnya bernama museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan. Dari luar, kami sama sekali nggak mengira kalau di dalam sebuah area yang ada patung gedenya itu ada museum tersembunyi. Saat kami mau masuk pun, bingung mau masuk lewat mana. Ada beberapa anak berseragam sekolah yang mlipir mlipir di dekat pagar. Ketika kami dekati, ternyata itu bukan  jalan masuk utama. Hanya jalan kecil buat lewat satu oarang yang suempit banget. Setelah muterin wilayah berpagar itu, kami akhirnya bertemu dengan seorang bapak dan ditunjukinlah ke mana kami harus masuk. Mendekati pintu gerbang utama, banyak anak sekolah yang lagi nongkrong. Eh, ngomong-ngomong pintu gerbang...pintu gerbang masuknya ternyata udah nggak layak banget. Seperti mau roboh dan susah dibuka #ngenes Saat kami masuk nggak ada satupun yang menyambut ...

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu...

Saat Marahan Dengan Suami

Jadi ceritanya,  kemarin waktu saya lagi benerin laptop di salah satu tempat service, ada mas mas lagi ngobrol. Dan entah karena emang saya lagi dapet rejeki ide buat ngisi blog atau emang saya dasarnya tukang kepo, apa yang mereka omongin itu ternyata terdengar sampai ke kuping saya. Daaan...kira-kira obrolannya begini, "Bro, lo kemana aja semalem? gua sms, gua telp kagak nyambung." Kata mas mas berjaket. "Hp gue mati, bro." "Emang kagak di charge? lagi mati lampu?" Katanya lagi. "Kagak, gue lagi marahan sama istri gue" "Hahahaa..." Spontan, dua cowok di hadapannya langsung tertawa bareng. Mas-mas yang lagi marahan sama istrinya itupun tertunduk lesu. Menatap nanar pada lapto-laptop yang lagi dia benerin. "Lha...apa hubungannya ngecas hp sama marahan sama istri?" "Soalnya chargernya di dalam kamar, Bro. Trus gue dikunciin di luar, deh" "Hahahaha..." Kali ini...