Langsung ke konten utama

Nggak Punya Kantong Ajaib

 
Sebenernya , udah lama sekali pengen nonton ke  bioskop. Tapi niat hati yang setengah setengah itu akhirnya terpendam begitu saja. Mengingat duo krucil masih ragu untuk diajak nongkrong di bioskop.


Kebetulan,  pas tahun baru kemarin ayahnya juga libur 4 hari.  Jarang jarang liburnya ampe 4 biji gitu . Alhasil,  saya yang lagi maruk dapet duit bonusan udah nyusun jadwal sedemikian rupa sehingga sampailah kami berempat di BlitzMegaplex- Bekasi Cyber Park
Meskipun badan berasa meriang dan hidung mampet karena flu, tapi saya merasa baikan setelah makan popcorn sekantong kresek. 


Yey. ....akhirnya bisa nonton lagi. Pengennya sih, nonton assalamualaikum beijing  atau hantu rumah kosong.  Tapi apa daya, krucil saya yang masih di bawah umur belum memenuhi standart untuk nonton film tersebut. Jadi tetep doraemon sebagai pilihan. Tambah lagi, doraemon ini udah mulai sepi dan lagi diskon 30 persen.  Lumayan lah ngirit. ....

No foto berarti hoax. Jadi foto fotonya ada di bawah ini ya .......( bilang aja narsis !!! )

Emaknya narsis, anaknya bingung

Ini bocah berdua masih unyu unyu ya.....

Saking ramenya pada mau foto sama Doraemon, pak satpam sampai bingung menghalau para penggemar....##ehhh


Awal awal film mulai di putar, Bira ( 2 thn ) masih terlihat senang. Bangga pakai kacamata 3D nya. Dia pun nggak nangis atau rewel. Anteng kaya orang dewasa.
Tapi 30 menit sebelum film selesai, ia mulai berulah. Kacamatanya dibuang begitu saja. Dia juga merajuk minta keluar. Dia sebel, Nobita dipukuli sama giant. Sedangkan Doraemon nggak muncul menolong. Bira jadi ikutan nangis. Kasihan sama si Nobita .


Walaupun harus berusaha untuk menenangkan dan membujuk dia agar tetap tenang di kursi, tapi nggak serempong yang kubayangkan. Bira masih bisa diminta diam sambil duduk di kursinya. Sambil membujuknya, saya masih bisa mengikuti film itu sampai dengan selesai.

Film ini, awalnya memang seperti film yang tidak mendidik, Nobita manja karena selalu mengandalkan kekuatan Doraemon.
Banyak  juga di film ini adegan pukul pukulannya. Giant sama Suneo yang usil dan jail.
Tapi setelah nonton film ini dari awal sampai akhir, saya mengambil hikmah bahwa nasib manusia itu bisa berubah asal mau berusaha keras untuk merubahnya.


Diawali dari sikap Nobita yang selalu mengandalkan kekuatan Doraemon, tapi justru selalu berakhir dengan petaka. Sampai akhirnya, Nobita menyadari, bahwa dia harus berusaha sendiri untuk meraih apa yang diinginkannya.
Dan ketika berusaha sendiri itulah Nobita mendapatkan kemenangan.

Walaupun.....ya, masih ada hal hal yang nggak masuk akal seperti pintu kemana saja, ramuan kebohongan dan sebagainya.

Yah....namanya juga film anak anak. Film ini kan pangsa pasar nya emang buat anak anak. Kalau orang dewasa nonton dipikirin sampai serius, nanti malah nggak waras jadinya.

Jadi intinya, film Stand By Me Doraemon ini bisa dinikmati siapa saja. termasuk emak emak seperti saya..#eaaaaa ( menghibur diri )

Bagi yang tinggal di bekasi, di Bekasi Cyber Park ada.....dan ditayangkan nya sampai tanggal 10 januari 2015. Hari ini dong....????
iya, hari ini.....
Nggak keren banget ya, yang punya blog ini.....bikin postingan acara, tapi udah mepet mepet mau tutup.

Maklumlah.....yang nulis blog ini kan nggak punya kantong ajaib yang bisa ngeluarin jurus cling langsung jadi tulisan..... ( ngeles )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip Sukabumi #Museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan

Kemarin, saat kami berkunjung ke Sukabumi mengikuti kaki melnagkah dan nggak tau mau melangkah ke mana lagi, akhirnya ada informasi katanya di Parung kuda ada sebuah museum. Museumnya bernama museum Palagan Perjuangan Bojongkokosan. Dari luar, kami sama sekali nggak mengira kalau di dalam sebuah area yang ada patung gedenya itu ada museum tersembunyi. Saat kami mau masuk pun, bingung mau masuk lewat mana. Ada beberapa anak berseragam sekolah yang mlipir mlipir di dekat pagar. Ketika kami dekati, ternyata itu bukan  jalan masuk utama. Hanya jalan kecil buat lewat satu oarang yang suempit banget. Setelah muterin wilayah berpagar itu, kami akhirnya bertemu dengan seorang bapak dan ditunjukinlah ke mana kami harus masuk. Mendekati pintu gerbang utama, banyak anak sekolah yang lagi nongkrong. Eh, ngomong-ngomong pintu gerbang...pintu gerbang masuknya ternyata udah nggak layak banget. Seperti mau roboh dan susah dibuka #ngenes Saat kami masuk nggak ada satupun yang menyambut ...

Jalan-Jalan Nikmat di Kampung Turis

Waktu pertama kali dengar nama kampung turis, bayangan yang terlintas di benak adalah sebuah kampung yang banyak turisnya. Atau...sebuah tempat yang isinya menjual aneka jajanan berbau asing. Kayak di kampung cina, yang isinya macam-macam barang yang berbau kecinaan. Tapi ternyata saya salah. Kampung turis ternyata sebuah resto(tempat makan), tempat ngumpul bareng, tempat renang, tempat main anak, sekaligus tempat nginep. Bahasa gaulnya, Resort and Waterpark. Kampung Turis berlokasi di Kp. Parakan, desa Mekar Buana, kecamatan Tegal Waru-Loji, kab Karawang, Jawa barat. Jadi ceritanya, minggu pagi itu rencananya kami sekeluarga mau ke curug Cigentis. Di daerah Loji juga. Tapi berhubung pagi itu, saat mau berangkat mobil ngambek jadilah kami nunggu mobil pulang dari bengkel. Pulang dari bengkel sudah jam 11 siang. Kalau nggak jadi berangkat rasanya galau banget, kalau berangkat sepertinya tidak memungkinkan karena perjalanan dari rumah ke Loji saja sudah 2 jam. Kalau mau nekat ke curu...

Menghitung

Beberapa hari ini jadwal magrib di Mexico berubah. Yang tadinya jam tujuh lebih, hampir setengah delapan, sekarang jadi jam tujuh kurang. Perubahan waktu yang lumayan itu adalah sesuatu yang sesuatu banget. Sudah mulai beradaptasi dengan jadwal sebelumnya, eh, jadwalnya berubah lagi. Beberapa hari ini, tiap adzan magrib datang aku masih dalam kondisi di tengah goreng ikan, masak sambel, rebus sayur. Trus sering mengutuk diri sendiri. Seharian udah pontang panting nggak istirahat, giliran magrib datang belum selesai juga. Akhirnya mood-ku jadi buruk, trus senggol bacok. Kesenggol dikit pengen ngebacok orang. Hahaha Beberapa hari ini, aku emang sengaja ngurangin nyimak kajian buat beres-beres rumah. Ku pikir, setelah rumahnnya bersih, besok besok aku jadi lebih ringan buat beresinnya. Ternyata dugaanku salah. Seharian beresin rumah, besoknya tetep aja rumah berantakan. Apalagi cucian piring yang berasa beranak pinak nggak pernah ada habisnya. Magrib -magrib masih masak nggak selesai juga...